PADANG,KLIKSIAR-– Warga Pauh, khususnya Lambung Bukit, Batu Busuk, dan sekitarnya, masih menghadapi banyak persoalan pasca banjir bandang. Aspirasi mereka mayoritas terkait perbaikan irigasi, aliran sungai, jalan, jembatan, sawah, ladang, hingga hunian tetap (huntap).
Hal itu disampaikan langsung kepada Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, saat reses di Huntara Mandiri Kepalo Koto, Pauh, Jumat (6/2). Lebih dari 200 warga hadir dalam pertemuan tersebut.
Sejumlah warga mengeluhkan akses anak-anak ke sekolah yang terganggu akibat jembatan hanyut terbawa banjir. “Kalau belum bisa jembatan permanen, tolong dibuat jembatan darurat dulu agar anak-anak mudah ke sekolah,” ujar salah seorang warga Batu Busuk.
Menanggapi hal itu, Evi Yandri menegaskan jembatan permanen akan dibangun, namun sementara akan diupayakan jembatan darurat. “Setidaknya bisa dilalui jalan kaki atau motor,” katanya. Ia juga memastikan pembangunan jalan akan diusahakan melalui dana provinsi maupun pusat.
Selain infrastruktur, warga mempertanyakan bantuan untuk sawah terdampak. Perwakilan Dinas Pertanian yang hadir menjelaskan bantuan sudah tersedia dengan kategori rusak ringan, sedang, berat, dan hilang. Bagi sawah yang belum terdata, Evi langsung meminta lurah mencatatnya.
Terkait huntap, Evi mengingatkan pentingnya pendataan yang akurat. “Simpan foto rumah sebelum diperbaiki sebagai bukti. Jangan sampai bermasalah seperti huntap di Pasaman yang hingga kini belum selesai karena data tidak valid,” tegasnya.
Ia menambahkan, meski sebagian aspirasi merupakan kewenangan pemerintah kota atau pusat, dirinya akan tetap mengoordinasikan agar terealisasi. “Yang penting masyarakat kooperatif, mendukung pembangunan, jangan dipersulit. Jika selesai, kita semua yang merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Selain itu, warga yang mulai bangkit kembali juga mendapat perhatian. Petani yang kehilangan sawah kini beternak bebek dan akan dibantu pakan serta bibit. Kaum ibu akan diberi pelatihan membuat kue dan menjahit untuk menambah penghasilan.
“Mari kita atur langkah, perbaiki ekonomi masing-masing sambil pemerintah mempercepat perbaikan infrastruktur,” tutup Evi Yandri. (***)







