Fadly Amran di Tengah Gelombang Aspirasi: Imbauan, Doa, dan Politik Ketertiban

oleh -639 Dilihat
oleh

Padang,Kliksiar—- Di tengah rencana aksi demonstrasi yang akan menggema di Kota Padang, Senin (1/9/2025), Wali Kota Fadly Amran tak memilih diam. Ia turun langsung ke tengah masyarakat, bukan dengan pengeras suara, tapi dengan imbauan dan doa.

“Mudah-mudahan tidak terjadi hal-hal di luar dugaan,” ujar Fadly saat mendampingi Gubernur Sumbar, Mahyeldi, dalam kegiatan Subuh Mubarak dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa di Masjid Jamiatul Huda, Simpang Ketaping, Jalan Bypass, Kuranji.

Bukan sekadar seremonial, Fadly juga menggerakkan kebijakan. Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan surat edaran: siswa PAUD hingga SMP belajar dari rumah. Absensi tetap dilakukan, tugas tetap diberikan. Langkah antisipatif, agar anak-anak tak terjebak di tengah arus massa.

Lebih jauh, Fadly mengingatkan peserta aksi untuk menjaga kebersihan dan keindahan kota. Aspirasi boleh disuarakan, tapi jangan sampai mengotori ruang publik yang jadi milik bersama.

Gubernur Mahyeldi pun senada. Ia menegaskan bahwa penyampaian aspirasi harus bebas dari vandalisme dan anarkisme. “Kalau itu yang terjadi, tentu akan mengganggu kehidupan masyarakat,” katanya.

Keduanya berharap, demonstrasi bukan menjadi panggung perpecahan, tapi ruang untuk memperkuat persatuan. “Jangan sampai ditunggangi,” pesan Mahyeldi.

Di tengah suhu politik yang mulai menghangat, Fadly Amran menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan hanya soal kebijakan, tapi juga soal menjaga suasana. Di Padang, aspirasi rakyat tak hanya didengar, tapi juga diimbangi dengan ketenangan dan kendali. (***)