PADANG,KLIKSIAR— Di tengah gemuruh zaman yang terus berubah, satu tekad kembali diteguhkan: bahwa budaya Melayu, warisan luhur yang telah mengakar dalam jiwa bangsa, takkan pernah hilang di bumi. Tekad itu kini dipikul oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran Datuak Paduko Malano, yang resmi dilantik sebagai Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Sumatera Barat periode 2025–2028.
Pelantikan berlangsung khidmat di Hotel Santika Padang, Jumat (8/7/2025), dihadiri para tokoh adat, budayawan, pengusaha, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan. Dalam suasana yang sarat makna, Ketua Umum DMDI Indonesia, Said Aldi Al-Idrus, menyampaikan bahwa Fadly adalah sosok yang tak hanya memimpin dengan akal, tetapi juga dengan hati.
“Kami melihat beliau konsisten memperjuangkan identitas budaya dan nilai-nilai Islam yang menjadi ruh DMDI,” ujar Said Aldi.
Dalam sambutannya, Fadly Amran menyampaikan bahwa budaya Melayu bukan sekadar pakaian adat atau syair lama, melainkan jati diri yang hidup dalam tutur, sikap, dan nilai-nilai kemanusiaan. “Budaya Melayu adalah warisan jiwa. Tugas kita bukan hanya menjaga, tetapi menghidupkannya di tengah generasi muda. Takkan Melayu Hilang di Bumi, selama kita masih percaya pada akar kita,” ucapnya.
Di bawah kepemimpinannya, DMDI Sumbar akan mengusung program-program strategis: pengembangan pusat kebudayaan Melayu, pelatihan seni tradisional, serta penguatan jejaring dengan komunitas Melayu di berbagai negara. Fadly juga menekankan pentingnya menjadikan budaya sebagai bagian dari pariwisata dan ekonomi kreatif, agar warisan leluhur tak hanya dikenang, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
DMDI sendiri telah lama hadir di Sumatera Barat, termasuk saat memberikan bantuan pascagempa 2009. Dalam rangkaian pelantikan kali ini, digelar pula acara makan bajamba bersama Indonesia Creative Cities Network (ICCN) sebuah simbol kebersamaan dan semangat gotong royong yang menjadi inti dari budaya Melayu.
Seperti kata pepatah lama yang tak lekang oleh waktu, Takkan Melayu Hilang di Bumi. Dan di tangan para pemimpin yang memahami makna warisan, harapan itu bukan sekadar kata, melainkan janji yang terus dihidupkan. (***)







