PADANG,KLIKSIAR— Kota Padang tak mau pasrah di hadapan ancaman megathrust. Jumat, (22/8). Wali Kota Fadly Amran menggandeng Yayasan Astra Honda Motor (AHM) menanam 16 ribu bibit mangrove di pesisir kota. Bukan sekadar seremoni, ini adalah aksi nyata membentengi Padang dari bencana dan membangun masa depan yang berkelanjutan.
“Padang berada di jalur megathrust. Ancaman tsunami itu nyata. Mangrove adalah benteng hidup. Kita tanam 16 ribu bibit bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan Padang,” tegas Fadly, di tengah lumpur dan akar bakau.
Fadly tak bicara soal pohon semata. Ia bicara ekosistem, karbon, oksigen, dan warisan ekologis. Menurutnya, mangrove bukan hanya pelindung pantai, tapi juga penyelamat iklim.
“Ini bukan kerja satu pihak. Kami harap semakin banyak swasta ikut turun tangan. Lingkungan tak bisa dijaga sendirian,” tambahnya.
Optimisme Fadly tak berhenti di bibit. Ia yakin kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha bisa memperkuat ketahanan lingkungan Padang.
“Mangrove ini tameng hijau. Kita wariskan untuk anak cucu. Jangan sampai mereka hanya mewarisi bencana,” ujarnya.
Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbudin, tak datang dengan janji kosong. Ia menyebut penanaman mangrove sebagai komitmen nyata Astra dalam menjaga bumi.
“Mangrove menyerap karbon, melindungi pesisir, dan menjaga ekosistem. Ini sejalan dengan pembangunan berkelanjutan dan tanggung jawab sosial kami,” kata Ahmad.








