Gubernur Mahyeldi: KONI dan Dispora Jalan Terus Siapkan Porprov 2026

oleh -105 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR— Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan komitmennya mendukung penuh pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI tahun 2026. Ia meminta KONI dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar tetap melanjutkan seluruh tahapan persiapan, tanpa terpengaruh oleh dinamika di daerah.

Penegasan itu disampaikan Mahyeldi saat menerima audiensi pengurus KONI Sumbar dan Dispora Sumbar, Senin (12/1). Hadir dalam pertemuan itu Ketua KONI Sumbar Hamdanus, Kadispora Mahdianur Musa, Kepala Bappeda Zefnihan, Staf Khusus Prof Syahrial Bakhtiar, serta sejumlah pengurus KONI lainnya.

TUJUH DAERAH SUDAH SIAP

Ketua KONI Sumbar Hamdanus melaporkan, hingga kini sudah tujuh daerah yang menyatakan siap mengikuti Porprov, baik dari sisi anggaran maupun kesiapan menjadi tuan rumah cabang olahraga (cabor). Ketujuh daerah itu yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Kota Solok, Kabupaten Solok, Dharmasraya, dan Kota Sawahlunto.

“Beberapa daerah bahkan mengajukan diri sebagai tuan rumah cabor. Sawahlunto siap 10 cabor, Pessel 6 cabor, Mentawai 5 cabor, Kabupaten Solok 5 cabor, dan Kota Solok 4 cabor,” ujar Hamdanus.

PORPROV JADI TOLOK UKUR PON 2028

Hamdanus menegaskan, Porprov 2026 yang dijadwalkan Juni–Juli mendatang tidak boleh ditunda. Ajang ini menjadi seleksi utama atlet Sumbar menuju Porwil, Pra PON, dan PON Beladiri. Jika pelaksanaan molor ke akhir tahun, maka waktu persiapan menuju PON 2028 akan sangat sempit.

“Atlet yang lolos Porprov akan kita turunkan ke ajang nasional. Kalau Porprov selesai pertengahan tahun, kita punya waktu satu tahun untuk pembinaan. Kalau ditunda, kita kehilangan momentum,” jelasnya.

CEGAH ATLET POTENSIAL HIJRAH

Lebih jauh, Hamdanus mengungkapkan bahwa Porprov juga menjadi alat pengikat bagi atlet potensial agar tetap membela Sumbar. Ia menyebut sejumlah atlet Sumbar sudah dirayu provinsi lain, seperti Jawa Barat, Bengkulu, dan Bangka Belitung.

“Kalau Porprov tidak jadi digelar, mereka bisa pindah. Kalau itu terjadi, target 10 besar PON 2028 dan 20 medali emas bisa gagal,” katanya.

ATLET BUTUH AJANG BERTANDING

Staf Khusus KONI Sumbar Prof Syahrial Bakhtiar menambahkan, Porprov sangat dinanti para atlet. Selain sebagai ajang seleksi, Porprov juga menjadi motivasi dan sumber kesejahteraan atlet.

“Anak-anak sudah delapan tahun tidak bertanding. Sudah dua generasi atlet kabupaten/kota hilang. Ini saatnya kita bangkitkan kembali,” ujarnya.

Syahrial berharap Porprov bisa menjadi momentum lahirnya talenta baru untuk memperkuat Sumbar di Porwil 2027 dan PON 2028. “Kalau Porprov sukses, kita optimis bisa masuk tiga besar Porwil dan 10 besar PON,” tukasnya.

PEMPROV TEGAS DUKUNG PORPROV

Gubernur Mahyeldi menegaskan, Pemprov Sumbar sejak awal sudah menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Porprov. Ia bahkan menyayangkan jika masih ada KONI daerah yang belum siap mengirimkan atlet.

“Kalau KONI daerah tidak siap, berarti ketuanya tidak mampu berkomunikasi dengan kepala daerah. Lebih baik diganti saja,” tegas Mahyeldi.

Ia memaparkan kronologis dukungan Pemprov, mulai dari pertemuan awal Februari 2025, Rakor pada September, hingga penerbitan SK Gubernur tentang pelaksanaan Porprov pada 18 November 2025. Pemprov juga telah mengalokasikan anggaran Rp12 miliar untuk mendukung ajang tersebut.

“Dengan semua ini, tidak ada alasan lagi bagi KONI daerah untuk tidak siap. Kalau perlu, kami akan tugaskan SKPD untuk bantu pelaksanaan Porprov,” katanya.

Mahyeldi juga menyatakan, jika KONI daerah tak mengirim atlet, ia yakin para orang tua akan tetap mendukung anak-anak mereka bertanding.

“Jangan sampai ada anggapan saya dan Pak Wagub tak peduli olahraga. Kami sangat mendukung. KONI dan Dispora harus jalan terus,” pungkasnya. (***)