Ketua DPRD Sumbar Dukung Program Silek Tradisi di Sekolah

oleh -422 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR-– Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, mengapresiasi sekaligus mendukung peluncuran Program Silek Tradisi Minangkabau yang ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di seluruh SMA, SMK, dan SLB se-Sumbar.

Menurut Muhidi, program ini tidak hanya berperan dalam pelestarian budaya, tetapi juga penting untuk pembentukan karakter, penguatan mental, serta penanaman nilai nasionalisme bagi generasi muda. “Latihan silek meningkatkan kebugaran jasmani, melatih disiplin, tanggung jawab, dan membentuk karakter yang berguna di sekolah maupun masyarakat,” ujarnya, Senin (26/1).

Program Silek Tradisi Minangkabau resmi diluncurkan Pemerintah Provinsi Sumbar melalui Wakil Gubernur Vasko Ruseimi, Sabtu (24/1) di Lapangan Kantor Gubernur. Vasko menyebut Sumbar memiliki sekitar 200 aliran silek tradisional, namun kini hanya tersisa sekitar 50. “Peluncuran program ini momentum penting untuk mengangkat kembali eksistensi silek tradisional yang mulai tergerus zaman,” katanya.

Vasko juga mendorong siswa memanfaatkan media sosial untuk publikasi kegiatan silek tradisional dengan konten positif. Ia mengajak seluruh pihak membuat video singkat sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Habibul Fuadi, menjelaskan ekstrakurikuler silek tradisi sebenarnya sudah berjalan sejak Juli 2025, namun belum terstandarisasi. Kini, pelaksanaan didukung modul pembelajaran yang seragam di seluruh sekolah. “Ekstrakurikuler silek tradisi terintegrasi dengan program wajib lain, seperti tahfiz, wirid kolaborasi, dan pramuka, sebagai penguatan pendidikan karakter berbasis nilai lokal,” jelasnya. (***)