Maigus Nasir Minta Jurusan Kesling Turun ke RW: Sampah Padang Tak Bisa Diurus Sendirian

oleh -601 Dilihat
oleh

PADANG, KLIKSIAR— Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, tak mau bicara soal sampah hanya di ruang seminar. Dalam peringatan Dies Natalis ke-43 Jurusan Kesehatan Lingkungan (Kesling) di Auditorium Politeknik Kesehatan, Sabtu (23/8), ia mengajak akademisi turun ke lapangan, mendampingi RW, dan ikut menyelesaikan persoalan sampah yang masih jadi PR besar Kota Padang.

“Persoalan sampah ini bukan urusan dinas saja. Kita butuh edukasi, sosialisasi, dan pendampingan. Jurusan Kesling harus jadi garda terdepan,” tegas Maigus, di hadapan peserta seminar nasional.

Menurutnya, Kota Padang sedang bergerak menuju Kota Sehat dan Kota Pintar. Tapi kebersihan tak bisa dicapai tanpa kolaborasi. Saat ini, 104 kelurahan sudah punya Lembaga Pengelola Sampah (LPS) lengkap dengan operator dan bentor dari Pemko. Tapi itu belum cukup.

“Modal kita besar. Nilai sementara dari KLH sudah 66,25. Tapi kalau mau Piala Adipura, kita harus tembus 75 bahkan 85. Dan itu butuh kerja keras,” ujarnya.

Maigus tak segan menyebut syarat mutlak Adipura: zero TPS liar, sistem controlled landfill atau sanitary landfill, dan tidak ada pembakaran sampah. Ia ingin Padang bukan cuma bersih, tapi jadi rujukan nasional.

“Kita ingin Padang jadi tempat belajar bagi daerah lain. Bukan cuma bersih, tapi punya sistem yang bisa ditiru,” katanya.

Tak berhenti di Adipura, Maigus juga mengumumkan bahwa Padang masuk nominasi ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award dan Certificate of Recognition (CoR) 2025 untuk kategori Circular Economy.

“Penghargaan akan diterima September nanti. Ini hasil kerja kolaboratif dan partisipatif. Ekonomi sirkular bukan teori, tapi sudah jalan di masyarakat,” tutupnya.