Osman Ayub Ajak Warga Rayakan Nataru dengan Menjunjung Kearifan Lokal

oleh -447 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR— Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub, mengimbau masyarakat agar menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau.

Imbauan tersebut disampaikan Osman pada Rabu (24/12), sebagai bentuk ajakan kepada warga untuk tetap menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman. Ia menekankan pentingnya sikap saling menghargai dan menghormati, sebagaimana diajarkan dalam adat dan budaya Minang.

Budaya Minangkabau mengajarkan kita untuk saling menghormati dan merasakan apa yang dirasakan orang lain, ujarnya.

Osman juga menyoroti kondisi sejumlah wilayah pinggiran Kota Padang yang baru-baru ini dilanda bencana banjir bandang pada November lalu. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan parah, mulai dari rumah warga yang hanyut, harta benda yang rusak, hingga menelan korban jiwa.

Sejumlah infrastruktur seperti jembatan dan jalan juga mengalami kerusakan, mengakibatkan terganggunya aktivitas masyarakat. Sebagian warga bahkan masih mengungsi ke lokasi penampungan yang disediakan pemerintah.

Wilayah terdampak terparah meliputi Kecamatan Pauh, Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Daerah-daerah ini dikenal sebagai nagari serumpun yang memiliki ikatan kuat dalam adat dan budaya Minang.

Dalam adat Minang ada ungkapan, kalau saudara kita menangis, kita ikut merasakan kesedihannya, ujar mantan Ketua DPC Partai NasDem Kota Padang itu.

Ia mengingatkan bahwa musibah tersebut menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi sesama, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal.

Osman juga mengajak para tokoh masyarakat di 11 kecamatan dan 104 kelurahan di Kota Padang agar aktif mengimbau warganya untuk menjaga sikap dan menjunjung nilai-nilai budaya, terlebih di tengah suasana duka yang masih menyelimuti sebagian warga.

Terkait pelayanan publik selama libur Nataru, Osman menilai perlu adanya pengaturan jam operasional transportasi umum dan layanan lainnya secara tepat, serta disosialisasikan sejak awal kepada masyarakat.

Pengaturan jam operasional perlu disesuaikan, tentu dengan imbauan yang jelas agar masyarakat memahami, katanya.

Ia juga meminta petugas di kawasan wisata, khususnya di sepanjang Pantai Padang, untuk meningkatkan kesiapsiagaan demi menjaga ketertiban dan keamanan selama libur akhir tahun.

Kita kembali pada nilai budaya kita sendiri. Rasa empati dan kepedulian itulah yang menjadi kekuatan masyarakat Minangkabau, tegasnya. (***)