PADANG,KLIKSIAR—Wali Kota Padang, Fadly Amran, bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Finalisasi Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Hidrometeorologi Sumatera Barat. Kegiatan berlangsung di Auditorium Gubernuran Sumbar, Kamis (8/1).
Rakor strategis tersebut dibuka oleh Sekretaris Utama BNPB, Rustian, dan dihadiri Sekdaprov Sumbar Arry Yuswandi yang mewakili Gubernur Sumbar, unsur Forkopimda, serta para bupati dan wali kota se-Sumbar.
Dalam paparannya, Wako Fadly menegaskan komitmen Pemko Padang untuk mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dan provinsi dalam penanganan pascabencana, khususnya pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya memulihkan fisik, tapi juga harus memperkuat mitigasi guna menekan risiko bencana ke depan,” tegasnya.
Disebutkan, bencana banjir dan longsor yang melanda Padang pada akhir November 2025 berdampak pada 67.563 warga di lima kecamatan. Sebanyak 5.523 unit rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 546 unit rusak berat, 2.174 rusak sedang, dan 2.949 rusak ringan.
Selain itu, kerusakan juga terjadi pada 13 jembatan, 74.327 meter jalan, 22 bendungan, 56 jaringan irigasi, serta 3.050 meter ruas jalan yang mengalami kerusakan sedang. Infrastruktur lainnya yang terdampak meliputi 11 intake SPAM Pamsimas, 8 intake SPAM Perumda Air Minum, tebing sungai, drainase, dan fasilitas publik lainnya.
Wawako Maigus Nasir menambahkan, data kerusakan tersebut menjadi dasar penyusunan dokumen R3P Kota Padang yang dipaparkan dalam rakor tersebut.
Sementara itu, Sestama BNPB Rustian menekankan pentingnya finalisasi dokumen R3P sebagai dasar percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang terencana, terintegrasi, dan akuntabel.
“Data yang valid menjadi kunci agar bantuan, relokasi warga, hingga perbaikan infrastruktur tepat sasaran. BNPB siap mendukung penuh proses rehab-rekon ke kementerian terkait,” ujarnya.
Sekdaprov Sumbar Arry Yuswandi menyebutkan, dokumen R3P disusun dengan semangat “Sumbar Bangkit Menuju Ketangguhan Bencana” melalui pendekatan Build Back Better, Safer, and Sustainable.
“Dengan finalisasi dokumen ini, kita optimistis pemulihan pascabencana berjalan lebih cepat, terarah, dan terukur. Sumbar tidak hanya pulih, tapi juga menjadi daerah yang lebih tangguh ke depan,” katanya.
Pada kesempatan itu, Wawako Padang turut menandatangani komitmen “Sumbar Bangkit” bersama 12 kepala daerah terdampak sebagai bentuk kesepahaman dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. (***)








