Pasar Batusangkar Bakal Dibangun dengan Dana Rp61 Miliar, Zigo Rolanda Ungkap Syarat Utamanya

oleh -13 Dilihat
oleh

TANAH DATAR,KLIKSIAR – Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, meminta Pemerintah Kabupaten Tanah Datar segera mengosongkan Pasar Serikat C Batusangkar. Langkah ini diperlukan agar pembangunan pasar dengan anggaran sekitar Rp61 miliar dapat segera dimulai.

Zigo menyampaikan hal tersebut saat meninjau Pasar Batusangkar, Tanah Datar dalam rangka Reses Perseorangan Anggota DPR RI Masa Sidang I Tahun Sidang 2026–2027, Jumat (23/10/2026).

Peninjauan tersebut turut dihadiri Kepala BPJN Sumatera Barat Elsa Putra Friandi, Kepala BWS Sumatera V Padang Reski Wahyudi, Kepala Balai Cipta Karya Sumatera Barat Maria Doeni Isa.

Hadir pula Anggota DPRD Sumatera Barat Yogi Pratama dan Zuldafri Darma, Ketua DPRD Kabupaten Tanah Datar Anton Yondra, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Datar Abdurrahman Hadi.

Zigo menjelaskan, rencana pembangunan pasar tersebut telah melalui tahapan perencanaan dan penganggaran. Kini, pemerintah daerah perlu memastikan kesiapan lokasi agar proyek segera memasuki tahap pelaksanaan.

“Sekarang kita ingin masuk ke tahap pelaksanaan. Tentu, pasarnya harus dikosongkan terlebih dahulu,” kata Zigo.

Menurutnya, keterlambatan pengosongan pasar dapat menghambat proses kontrak dan pelaksanaan pekerjaan. Ia juga mengingatkan batas waktu pengadaan proyek di Kementerian Pekerjaan Umum.

Jika proyek belum terkontrak hingga Mei, anggaran tersebut berpotensi dialihkan. Karena itu, Zigo meminta pemerintah daerah segera memastikan jadwal pengosongan pasar.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi antara pemerintah daerah dan para pedagang. Pemerintah daerah, wali nagari, serta dinas terkait perlu segera mengumpulkan pedagang untuk menjelaskan rencana pembangunan.

Menurut Zigo, penyampaian informasi tidak cukup hanya melalui surat. Para pedagang perlu memperoleh penjelasan langsung mengenai tahapan pembangunan dan penataan kios.

“Kalau bisa, satu atau dua hari ke depan, para pedagang dikumpulkan. Sampaikan bahwa ini merupakan kesempatan besar yang harus dimanfaatkan bersama,” ujarnya.

Zigo menjelaskan, pasar saat ini memiliki sekitar 80 kios. Sementara itu, pasar baru direncanakan menyediakan sekitar 112 kios.

Terkait pembagian blok kios, ia meminta seluruh pihak mendahulukan pembangunan fisik. Pembahasan mengenai pembagian kios dapat dilakukan setelah bangunan selesai.

“Bangun dulu pasarnya, baru kita bicarakan pembagian bloknya. Jangan belum dibangun, tetapi sudah ingin membagi-bagi kios,” katanya.

Zigo menyebut waktu pelaksanaan pembangunan diperkirakan sekitar 12 bulan. Meski demikian, proses administrasinya dapat melintasi dua tahun anggaran.

Ia berharap pembangunan tersebut dapat menyediakan tempat berdagang yang lebih baik bagi masyarakat. Menurutnya, kesempatan ini perlu dimanfaatkan agar pedagang memperoleh fasilitas pasar yang lebih layak.

Zigo juga mengingatkan bahwa rencana pembangunan pasar tersebut telah bergulir sejak 2015. Dengan anggaran yang disebut telah tersedia, ia meminta seluruh pihak segera menyelesaikan persoalan pengosongan pasar.

Ia menegaskan, kesiapan lokasi menjadi salah satu faktor penting agar proses kontrak dan pembangunan Pasar Atas Serikat Batusangkar dapat segera berjalan. (***)