Covid-19

Penyaluran Beras Bantuan PPKM Kabupaten Agam Mencapai 50,77 Persen

0
Spread the love

Penyaluran Beras Bantuan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Agam, hingga 29 Juli 2021 telah mencapai 50,77 persen. Ditargetkan realisasi mencapai 100 persen akhir bulan ini. Sedangkan untuk Kota Bukittinggi telah tuntas 100 persen.

Hal ini disampaikan Pimpinan Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Bukittinggi M. Fakri Firdaus, saat kunjungan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Buya Mahyeldi dalam rangka meninjau penyaluran beras bantuan PPKM di Kantor Walinagari Kampung Pinang, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Jumat (30/7/2021).

“Untuk Agam, kuota beras bantuan PPKM 344,540 Ton untuk 34.454 KPM, terdiri dari 19.577 KPM BST, 14.877 PKH. Hingga 29 Juli, penyaluran melalui PT. Pos Indonesia telah mencapai 50,77 persen. Sudah setengah jalan. Insyaallaah kami komitmen dapat menuntaskan 31 Juli dengan tepat sasaran dan kualitas,” ungkap Fakri.

Gubernur Mahyeldi, dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas kepedulian pemerintah pusat, melalui Perum Bulog dan PT. Pos atas beras bantuan untuk masyarakat yang terkena dampak PPKM. Kepada warga KPM Buya berpesan agar memanfaatkan bantuan tersebut dan tetap menjaga kesehatan dengan disiplin prokes.

“Semoga bantuan ini bermanfaat, jangan dijual, tapi dinikmati. Berasnya bagus. Bagi warga yang tidak terdata dalam KPM ini tidak usah risau, masih banyak sumber bantuan lainnya seperti dari Baznas dan lembaga bantuan sosial lainnya. Yang penting tetap jaga kesehatan, dan disiplin prokes,” ujar Mahyeldi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Martias Wanto, menyampaikan apresiasi dan terimakasih pada Gubernur sudah melihat penyaluran bantuan langsung ke Kampung Pinang.

Turut hadir dalam kegiatan penyaluran tersebut Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Renaldi, Kepala OPD, Camat, Walinagari dan para relawan pilar-pilar Kesos.(doa/MMC)

Facebook Comments

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Covid-19