Padang,Kliksiar – Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) bukan sekadar organisasi perantau. Ia adalah cerminan dari perjalanan panjang masyarakat Piaman yang telah merantau sejak zaman dahulu. Senin, 12 Mei 2025, kepengurusan baru PKDP Sumatera Barat periode 2025-2030 resmi dilantik di Ballroom Pangeran Beach Hotel, melanjutkan tradisi silaturahmi yang telah mengakar kuat dalam sejarah mereka.
Sejak dulu, orang Piaman dikenal sebagai perantau ulung. Mereka merantau bukan sekadar untuk mencari kehidupan baru, tetapi juga membawa serta nilai-nilai budaya dan identitas kolektif mereka. Sejarah mencatat bagaimana mereka menetap di berbagai wilayah, mulai dari Sumatra, Jawa, hingga Malaysia, tanpa kehilangan akar tradisi yang selalu mereka bawa dalam diri.
Dalam suasana hangat penuh kebersamaan, Firdaus S.HI resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKDP Sumatera Barat. Ia didampingi oleh Hendra Anwar S.Si, M.Si sebagai Sekretaris dan Budi Mulya sebagai Bendahara. Pelantikan ini bukan hanya pergantian kepemimpinan, tetapi juga tonggak baru dalam menjaga kesinambungan organisasi di tengah arus modernisasi.
“Mulai hari ini, kami sah mengambil keputusan dan bertindak atas nama PKDP. Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab untuk menjaga marwah perantau Piaman,” ujar Firdaus dalam pidatonya.
Selama berabad-abad, hubungan orang Piaman dengan tanah asalnya tidak pernah terputus. Setiap generasi perantau selalu berusaha membangun kembali ikatan dengan kampung halaman, baik melalui kegiatan sosial, ekonomi, maupun budaya. PKDP menjadi wadah penting dalam menyatukan visi itu, memastikan nilai kebersamaan tetap hidup di rantau.
Pelantikan ini dihadiri berbagai tokoh masyarakat, termasuk Wakil Wali Kota Payakumbuh terpilih, Elzadaswarman, serta mantan Ketua PKDP Bali, Feri Hendri. Turut hadir pula Bupati Padang Pariaman, Jhon Kenedy Aziz (JKA), serta Refrizal dan Syaharman Zanhar yang telah lama berkontribusi dalam membangun organisasi.
Dalam sambutannya, Firdaus menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan kebersamaan agar PKDP tetap relevan dengan perkembangan zaman. “Kami ingin PKDP tidak sekadar mempertahankan identitas, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan, baik di kampung halaman maupun di daerah perantauan,” tegasnya.
Melihat sejarah panjang perantau Piaman, keberadaan PKDP hari ini adalah bukti bahwa mereka masih memegang teguh tradisi kolektif yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Dari sistem rantau dan pulang yang telah dikenal sejak masa Kesultanan Minangkabau, hingga peran mereka dalam dunia perdagangan dan pemerintahan, orang Piaman telah membuktikan bahwa merantau bukan berarti meninggalkan akar budaya.
PKDP Sumatera Barat kini memasuki babak baru dalam perjalanannya, menggabungkan nilai tradisional dengan tantangan era modern. Di tengah perubahan zaman, semangat kekeluargaan tetap menjadi fondasi utama. Seperti halnya generasi perantau sebelumnya, kepengurusan baru PKDP pun bertekad menjaga warisan ini, memastikan bahwa perantau Piaman tetap solid, terorganisasi, dan selalu berkontribusi bagi kemajuan. (***)








