Padang,Kliksiar Di tengah rutinitas yang tak pernah benar-benar berhenti, Lembaga Pengelola Sampah (LPS) Gunung Sarik akhirnya bisa bernapas sedikit lebih lega. Satu unit becak motor (bentor) tambahan dari Pemerintah Kota Padang menjadi jawaban atas antrean panjang yang selama ini mereka hadapi untuk mengangkut sampah warga.
Tambahan armada itu bukan sekadar alat angkut. Ia adalah simbol bahwa kerja-kerja sunyi di gang sempit dan lorong perumahan mulai mendapat perhatian. Penyerahan dilakukan langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, di RTH Imam Bonjol.
Ambi, salah satu anggota LPS yang sehari-hari berjibaku dengan bau dan beban, tak menyembunyikan rasa syukurnya.
“Dengan adanya bentor baru ini, saya bisa bekerja sendiri tanpa harus bergantian lagi dengan teman-teman. Pekerjaan jadi lebih cepat selesai, dan sampah dapat terangkut hingga ke lokasi yang sulit dijangkau,” ujar Ambi saat diwawancarai pada Rabu, (20/8).
Sebelumnya, mereka harus bergiliran menggunakan bentor yang jumlahnya terbatas. Satu unit rusak, satu unit dipakai bergantian, dan sisanya tak cukup untuk menjangkau seluruh wilayah. Kini, LPS Gunung Sarik mengoperasikan sepuluh unit bentor, meski satu masih dalam perbaikan. Setiap unit melayani sekitar 400 rumah dan mampu mengangkut hingga 700 kilogram sampah.
Tambahan ini bukan hanya soal efisiensi. Ini soal martabat. Bahwa mereka yang menjaga kebersihan kota bukan sekadar petugas lapangan, tapi penjaga peradaban.
“Kesannya sangat bahagia dan berterima kasih atas bantuan ini, karena sangat membantu pekerjaan kami. Harapannya, semoga Kota Padang ke depan bisa lebih bersih dari sampah, dan lingkungan kami semakin nyaman untuk ditinggali,” tambah Ambi.
Bantuan bentor ini menegaskan bahwa LPS bukan pelengkap, melainkan ujung tombak pengelolaan sampah perkotaan. Dengan alat yang memadai dan semangat gotong royong, LPS Gunung Sarik tak hanya membersihkan jalan, tapi juga membuka jalan bagi perubahan. (***)







