Sekolah Rakyat Terbesar Dibangun di Tanah Datar Dody Hanggodo: Pengerjaan Harus Cepat, Tapi Tidak Boleh Sembarangan

oleh -112 Dilihat
oleh

TANAH DATAR,KLIKSIAR — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (21/5). Sekolah tersebut diproyeksikan menjadi salah satu Sekolah Rakyat terbesar di Indonesia dengan kapasitas mencapai 3.000 siswa.

Pembangunan sekolah itu berdiri di atas lahan seluas sekitar 16 hektare. Selain luas, sejumlah bangunan direncanakan memiliki konstruksi hingga tiga lantai.

“Ini salah satunya, mungkin yang paling besar karena bisa menampung tiga ribu murid. Lahannya juga besar sekitar 16 hektare, bahkan ada bangunan yang dirancang tiga lantai,” kata Dody saat meninjau lokasi pembangunan.

Ia menegaskan proyek tersebut membutuhkan dukungan penuh pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, terutama terkait percepatan perizinan dan pembangunan akses infrastruktur menuju kawasan sekolah.

Menurutnya, akses jalan menuju lokasi perlu diperlebar hingga 5,5 meter guna mendukung kelancaran distribusi logistik, khususnya kebutuhan pangan bagi ribuan siswa nantinya.

Dody menyebut proses pematangan lahan akan dikerjakan oleh PT Nindya Karya dan ditargetkan rampung dalam waktu sepekan.

Meski pengerjaan proyek dipacu cepat, ia mengingatkan pembangunan tidak boleh dilakukan asal-asalan karena sekolah tersebut masuk kategori bangunan berisiko tinggi atau high risk building.

“Secepat-cepatnya, tapi tidak bisa sembarangan karena bangunan high risk building. Kalau sembarangan takutnya ambruk,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan lahan pembangunan sekolah berasal dari hibah keluarga besar Dony Oskaria seluas sekitar 10 hektare dan direncanakan bertambah sekitar 6 hektare lagi.

“Keluarga besar Dony Oskaria menghibahkan tanah sekitar 10 hektare dan akan ditambah lagi sekitar 6 hektare. Proses hibah dan sertifikatnya juga sudah selesai,” katanya.

Eka memastikan proyek pembangunan tersebut mulai melibatkan tenaga kerja lokal sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sekarang warga lokal sudah banyak yang bekerja di sini,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap program Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

“Bangunan yang diberikan bahkan melebihi boarding school terbaik di negeri ini. Itulah kehebatan Presiden kita,” katanya. (*)