PADANG,KLIKSIAR—Harapan Semen Padang FC untuk menutup putaran pertama Liga Super Indonesia (ILeague) 2025/2026 dengan hasil manis pupus sudah. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Haji Agus Salim, Minggu (11/1), Kabau Sirah harus mengakui keunggulan tamunya, Persis Solo, dengan skor tipis 2-3.
Laga pekan ke-17 ini menjadi tamparan keras bagi tim asuhan Dejan Antonic. Meski tampil dominan dalam penguasaan bola, Semen Padang gagal mengonversi keunggulan tersebut menjadi kemenangan. Lemahnya penerapan strategi dan buruknya transisi permainan menjadi titik lemah yang dimanfaatkan Persis secara efektif.
Babak Pertama: Dominasi Tanpa Penyelesaian
Pertandingan dimulai pukul 15.30 WIB dengan Semen Padang langsung mengambil inisiatif serangan. Peluang emas datang di menit ke-10 saat wasit menunjuk titik putih usai bola mengenai tangan pemain Persis. Sayang, eksekusi Cornelius Stewart melambung jauh dari sasaran.
Setelah beberapa kali serangan yang gagal menembus pertahanan disiplin Persis, tuan rumah akhirnya membuka keunggulan di menit ke-35. Irsyad Maulana sukses mencetak gol dari titik penalti setelah bola muntah hasil tepisan kiper M. Riyandi disambar dengan cepat. Skor 1-0 untuk Semen Padang.
Namun, keunggulan itu tak bertahan lama. Di masa injury time babak pertama, kesalahan lini tengah Semen Padang dimanfaatkan Persis. Kombinasi satu-dua antara Zanadin Fariz dan Gervane Kastaneer dituntaskan Zanadin dengan sepakan terukur yang tak mampu dibendung kiper Arthur Augusto. Skor imbang 1-1 menutup paruh pertama.
Babak Kedua: Persis Bangkit, Kabau Sirah Terpuruk
Memasuki babak kedua, Persis tampil lebih agresif. Masuknya Sutanto Tan memberi keseimbangan di lini belakang. Hasilnya langsung terlihat saat Kodai Tanaka mencetak gol lewat sundulan memanfaatkan umpan matang dari Cleyton pada menit ke-50. Persis berbalik unggul 2-1.
Semen Padang mencoba merespons dengan sejumlah pergantian pemain. Namun, tanpa perubahan signifikan dalam skema permainan, serangan mereka justru semakin tidak terarah. Koordinasi antar lini melemah, dan serangan sporadis mudah dipatahkan barisan belakang Persis.
Petaka kembali datang di menit 90+1. Serangan balik cepat Persis yang dimotori Arkhan Kaka berujung pada gol ketiga. Umpan silangnya disambut sundulan Irfan Jauhari tanpa kawalan, memperlebar keunggulan menjadi 3-1.
Gol hiburan dicetak Ricki Ariansyah di menit 90+7, namun sudah terlambat untuk mengubah hasil akhir. Skor 2-3 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Evaluasi dan Klasemen
Kekalahan ini menegaskan bahwa Semen Padang FC masih memiliki pekerjaan rumah besar. Dominasi penguasaan bola tak berarti tanpa efektivitas serangan. Ketergantungan pada aksi individu, lemahnya organisasi taktik, serta buruknya transisi bertahan menjadi kelemahan mencolok.
Dengan hasil ini, Semen Padang FC menutup putaran pertama di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan raihan 10 poin, terjebak di zona degradasi. (***)







