Wali Kota Cup: Panggung Kempo Padang Menuju Pentas Nasional

oleh -770 Dilihat
oleh

PADANG, KLIKSIAR— Di tengah semarak Hari Jadi Kota Padang ke-356, ratusan atlet kempo dari 15 kabupaten/kota se-Sumatera Barat berkumpul di Gedung HBT Pondok Building. Mereka bukan sekadar bertanding. Mereka sedang membuktikan bahwa kempo bukan olahraga pinggiran, melainkan cabang yang bisa mengangkat nama Sumbar di panggung nasional—bahkan internasional.

Kejuaraan Kempo Wali Kota Cup yang digelar sejak Rabu (6/8) hingga Sabtu (9/8) ini menjadi ajang seleksi tak resmi menuju PON Beladiri Nasional Oktober mendatang. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang membuka acara secara resmi pada Jumat (8/8), tak ragu menyebut ajang ini sebagai ladang pencarian bibit unggul.

“Jangan berpuas diri kalau juara. Karier kalian masih panjang. Tunjukkan potensi, biar pengurus pusat tahu bahwa Padang punya atlet kempo yang bisa diandalkan,” ujar Maigus, yang juga menyampaikan apresiasi kepada Muharlion, Ketua DPRD Kota Padang sekaligus Ketua Pengcab Perkemi Kota Padang.

Muharlion memang bukan nama baru dalam pembinaan olahraga beladiri di Padang. Di bawah kepemimpinannya, kempo berhasil menyumbang dua medali emas untuk kontingen Sumbar pada PON Aceh-Sumut lalu. Salah satu atletnya berasal dari Kota Padang.

“Momentum HJK ini bukan hanya perayaan, tapi juga pembuktian. Kempo harus makin berjaya,” kata Maigus.

Ketua Panitia Kejuaraan, Nofrialdi, menyebut ada 37 nomor yang dipertandingkan, mencakup kategori junior, remaja, dan dewasa. “Yang terbaik akan mewakili Sumbar di PON Beladiri Nasional. Ini bukan sekadar kompetisi, tapi proses seleksi,” ujarnya.

Kejuaraan ini juga dihadiri pengurus pusat Perkemi, KONI Sumbar, Kepala Dispora Kota Padang, dan KONI Padang. Semua mata tertuju pada para kenshi muda yang bertarung bukan hanya demi medali, tapi demi masa depan olahraga beladiri Sumbar.

Di balik tatami, ada harapan besar: agar kempo tak lagi jadi olahraga minoritas, tapi jadi kebanggaan daerah. Dan Wali Kota Cup tahun ini, tampaknya, jadi langkah awal yang menjanjikan. (***)