Jakarta,Kliksiar– Teknologi robotika bukan lagi sekadar mimpi masa depan, tetapi kunci bagi Indonesia untuk bersaing di panggung global. Hal ini menjadi perhatian Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming, saat menerima audiensi jajaran pengurus Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (20/5/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Wapres menegaskan pentingnya riset dan pengembangan (R&D) sebagai pilar utama dalam membangun kemandirian teknologi nasional. Menurutnya, inovasi robotika memiliki potensi besar untuk mendorong daya saing bangsa di era digital dan otomatisasi industri.
“Riset bukan sekadar eksperimen, tetapi jalan menuju kemandirian teknologi. Indonesia harus menjadi pemain, bukan sekadar penonton dalam revolusi robotika dunia,” ujar Gibran.
Ia juga menekankan bahwa fokus pada penguatan teknologi sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, yang menjadikan sains dan inovasi sebagai prioritas utama dalam membangun negara yang berdaulat, maju, dan kompetitif.
Ketua Umum PRSI, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa Wapres melihat robotika sebagai sektor strategis yang dapat mendukung kemajuan industri serta membuka peluang baru bagi generasi muda.
“Robotika bukan hanya sekadar mesin, tetapi bagian dari solusi untuk masa depan. Kita ingin melihat bagaimana anak-anak bangsa mampu menciptakan teknologi yang bisa bersaing di skala internasional,” ungkap Wahyu.
Sebagai bentuk dukungan, Wapres berjanji akan memberikan perhatian penuh terhadap program-program PRSI serta membantu organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Dengan sinergi yang tepat, kita tidak hanya membangun industri robotika, tetapi juga menciptakan ekosistem teknologi yang kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan dorongan pemerintah, PRSI kini semakin mantap melangkah menuju masa depan inovasi yang menjanjikan. Robot bukan lagi sekadar alat, tetapi bagian dari perjalanan bangsa menuju kemajuan yang lebih besar.
(***)







