Prabowo dan Li Qiang Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Tiongkok, 75 Tahun Hubungan Diplomatik

oleh -793 Dilihat
oleh

Jakarta,Kliksiar—Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyambut kedatangan Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok, Li Qiang, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu, 25 Mei 2025. Kunjungan ini menjadi momentum bersejarah dalam hubungan diplomatik kedua negara, menandai 75 tahun kemitraan yang semakin erat di berbagai sektor.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama dengan Tiongkok, tidak hanya dalam konteks bilateral, tetapi juga untuk mendorong stabilitas dan kemakmuran kawasan. Ia menyampaikan bahwa Indonesia siap berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sejahtera bagi semua negara di Asia Tenggara.

“Kami percaya bahwa hubungan erat Indonesia dan Tiongkok akan membawa manfaat besar bagi kedua bangsa serta menjadi fondasi kuat bagi kerja sama yang berkelanjutan,” ujar Presiden Prabowo dalam pernyataan resminya.

Premier Li Qiang, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pemerintah dan masyarakat Indonesia. Ia menyoroti sejarah panjang kerja sama dan solidaritas antara kedua negara yang terus berkembang hingga saat ini. Selain itu, Li Qiang menyampaikan salam dari Presiden Tiongkok, Xi Jinping, kepada Presiden Prabowo dan menegaskan kesiapan negaranya untuk terus bekerja sama dengan Indonesia dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Sebagai wujud konkret dari hubungan strategis Indonesia-Tiongkok, kedua pemimpin menyaksikan penandatanganan 12 nota kesepahaman di berbagai sektor prioritas, termasuk industri, pariwisata, ekonomi, dan kesehatan. Kesepakatan ini diharapkan dapat semakin memperkuat kemitraan kedua negara serta membuka peluang baru yang menguntungkan bagi masyarakat Indonesia dan Tiongkok.

Dengan pertemuan ini, Indonesia dan Tiongkok kembali menunjukkan komitmennya sebagai mitra strategis yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi global, stabilitas kawasan, serta kerja sama internasional yang lebih erat.

(***)