PADANG, Kliksiar– Dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah dan memperkuat ekonomi lokal, DPRD Kota Padang menggelar rapat selama dua hari, 27–28 Mei 2025, membahas strategi optimalisasi pajak. Fokus utama adalah pengelolaan pajak sarang burung walet, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) tenaga listrik, serta pajak makanan-minuman di lingkungan pemerintahan.
Ketua DPRD Padang, Muharlion, menegaskan bahwa pajak bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga fondasi bagi pembangunan kota yang lebih maju.
“Pajak itu bukan sedekah. Harus jelas hitungannya, dan jangan ragu turun ke lapangan,” ujarnya.
Dari hasil audit BPK, ditemukan potensi pajak sarang burung walet mencapai Rp6 miliar, namun belum tergarap maksimal. Begitu pula dengan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dari industri besar seperti PT Semen Padang yang berpotensi menyumbang Rp600 juta bagi kas daerah.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota melalui Bapenda dan DPMPTSP segera melakukan pendataan ulang dan menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar (SKPDKB) guna memastikan pemasukan daerah tidak terhambat.
Tak hanya pajak industri, DPRD juga menyoroti sektor makanan-minuman yang masih belum dikenakan PBJT sesuai aturan. Belanja konsumsi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi salah satu perhatian utama dalam pembahasan.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Padang, Miswar Djambak, bersama anggota lainnya seperti Rafli Boy, menyerukan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi memperkuat ekonomi lokal. Target ambisius pun ditetapkan: PAD Kota Padang harus mampu tembus Rp1 triliun.
Sebagai tindak lanjut, DPRD membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk memastikan strategi pajak yang lebih efektif, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Dengan sistem yang lebih baik, seluruh potensi harus dimaksimalkan. Jika ada oknum nakal, harus ditindak tegas,” pungkas Muharlion.
Dengan komitmen penuh dan langkah konkret, Kota Padang terus berupaya meningkatkan pendapatan daerah demi pembangunan yang lebih berkelanjutan dan ekonomi yang lebih kuat.













