Jakarta,Kliksiar— Derap langkah modernisasi TNI Angkatan Laut tak hanya terdengar dari dek kapal perang. Di lantai atas Gedung Selasar Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa siang, 24 Juni 2025, Dinas Operasi dan Latihan TNI AL (Disopslatal) menggelar sosialisasi pola pembinaan baru untuk Perwira Pertama (Pama) Korps Pelaut tahun anggaran 2025.
Acara yang dibuka langsung oleh Kepala Disopslatal Laksma TNI Heri Triwibowo itu diikuti 100 perwira muda dari satuan wilayah Jakarta secara luring. Sementara ratusan lainnya dari Koarmada I, II, dan III hadir lewat layar daring.
Sosialisasi ini bukan sekadar forum pengarahan. Di balik paparan itu, terselip agenda penting membentuk kerangka profesionalisme perwira pertama sejak dini dari pembinaan personel dan latihan, hingga penguasaan strategi dan taktik operasi.
“Pola pembinaan ini harus ideal dan berkesinambungan. Tujuannya satu: agar pembinaan tidak hanya berhenti di teori, tapi menyatu dalam praktik kehidupan dinas,” kata Heri dalam sambutannya.
Disopslatal, sebagai salah satu motor utama pembinaan internal TNI AL, berusaha memastikan bahwa pengembangan karier Pama tak berjalan serampangan. Pendekatannya kini lebih terarah, dengan penekanan pada penguatan fungsi operasional dan peningkatan mutu latihan.
Dari sudut pandang strategis, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang berbicara dalam kesempatan berbeda, menggarisbawahi pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai garda depan menghadapi ancaman maritim yang kian kompleks.
“Prajurit harus unggul di bidangnya masing-masing. Korps Pelaut dituntut tidak hanya mahir secara teknis, tapi juga tangguh dalam membaca dinamika operasi laut modern,” ujar Kasal.
Pola pembinaan ini diharapkan menjadi pondasi baru, bukan hanya untuk karier prajurit, melainkan untuk menjawab tantangan geopolitik dan operasi laut yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
(Dipenal)







