Momentum Harkitnas 2026, Rahmat Saleh Tekankan Pendidikan dan Literasi AI

oleh -109 Dilihat
oleh

JAKARTA,KLIKSIAR – Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 dinilai menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang terus berkembang pesat.

Anggota DPR RI Fraksi PKS Rahmat Saleh mengatakan setiap generasi memiliki tantangan berbeda yang harus dihadapi sesuai perkembangan zaman.

Menurut dia, Harkitnas yang diperingati setiap 20 Mei tidak hanya berkaitan dengan sejarah lahirnya kesadaran nasional bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi refleksi atas tantangan baru yang muncul pada masa sekarang.

Pada masa awal kebangkitan nasional, perjuangan lebih diarahkan untuk membangun persatuan dan kesadaran melawan penjajahan.

Namun kini, kata Rahmat, tantangan utama generasi muda terletak pada kemampuan beradaptasi dan bersaing di tengah transformasi digital yang berlangsung sangat cepat.

“Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi momentum untuk membangkitkan kualitas manusia Indonesia agar siap menghadapi era digital dan AI tanpa kehilangan nilai kemanusiaan,” kata Rahmat di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Ia menilai perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari sektor pendidikan, dunia kerja, hingga hubungan sosial di tengah masyarakat.

Kondisi tersebut membuat banyak jenis pekerjaan mengalami perubahan dan membutuhkan kemampuan baru yang lebih sesuai dengan perkembangan teknologi.

Karena itu, menurut Rahmat, pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan akademik semata. Dia menilai generasi muda juga perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, kreativitas, literasi digital, serta etika dalam menggunakan teknologi.

“Teknologi tidak boleh membuat manusia kehilangan empati, rasa peduli, dan semangat gotong royong yang menjadi karakter bangsa,” ujarnya.

Rahmat juga mengingatkan pentingnya pemerataan akses pendidikan dan literasi digital agar transformasi teknologi tidak memunculkan kesenjangan baru di tengah masyarakat.

Dalam momentum Harkitnas 2026, Rahmat mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat belajar dan mampu beradaptasi terhadap perkembangan zaman.

Menurutnya, kebangkitan bangsa di era modern tidak hanya sekadar perjuangan fisik, tetapi juga kemampuan menciptakan manusia unggul yang tetap memegang nilai kebangsaan.

“Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang maju teknologinya, tetapi juga bangsa yang manusianya mampu menjaga persatuan, kepedulian sosial, dan jati dirinya,” katanya.

Rahmat berharap semangat kebangkitan nasional dapat menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas generasi yang dipersiapkan sejak sekarang. (*)