Pemko Padang Pulihkan Irigasi Pascabencana, 17 Paket Pekerjaan Segera Dilelang

oleh -93 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR – Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus menggenjot pemulihan infrastruktur irigasi yang rusak akibat bencana alam yang melanda pada November dan Desember tahun lalu. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan areal persawahan masyarakat yang sempat kekurangan pasokan air dapat kembali teraliri secara normal.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Drainase Dinas PUPR Kota Padang, Well Off Sanora, mengatakan kerusakan sejumlah jaringan irigasi pascabencana menyebabkan air tidak lagi mengalir ke sawah masyarakat di beberapa wilayah.

“Akibat bencana November dan Desember tahun lalu, ada beberapa irigasi yang rusak sehingga air tidak bisa mengalir ke sawah-sawah masyarakat,” ujar Well Off Sanora, Jumat (12/6).

Menurutnya, Pemko Padang bergerak cepat dengan menjalin sinergi bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Dinas SDA Provinsi Sumatra Barat guna mempercepat pemulihan jaringan irigasi yang terdampak.

Melalui dana Transfer ke Daerah (TKD) pada anggaran pergeseran, Dinas PUPR Kota Padang telah menyiapkan sebanyak 17 paket pekerjaan fisik khusus irigasi. Saat ini, seluruh paket masih berada pada tahap perencanaan dan ditargetkan rampung dalam pekan depan.

“Untuk Kota Padang dilaksanakan melalui dana TKD di anggaran pergeseran dan saat ini masih pada tahap perencanaan. Insyaallah minggu depan sudah selesai dan akan segera kita lelang pekerjaan fisiknya,” katanya.

Selain melalui skema tersebut, Pemko Padang juga melakukan penanganan darurat dengan memanfaatkan dana operasional dan pemeliharaan. Bahkan, pekerjaan fisik di lapangan sudah mulai dilaksanakan sejak Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) pergeseran ditandatangani.

Well Off Sanora menjelaskan, intervensi cepat itu diprioritaskan pada kawasan pertanian yang mengalami dampak paling parah akibat bencana, sehingga petani dapat kembali mengolah lahan mereka dalam waktu dekat.

“Untuk operasional dan pemeliharaan, pekerjaan fisiknya sudah mulai kita laksanakan sejak DPA pergeseran ditandatangani. Pekerjaan dilakukan di daerah-daerah terdampak bencana seperti Lubuk Minturun, Guo, Gunung Nago, dan kawasan lain yang terdampak galodo tahun lalu,” ujarnya.

Pemulihan jaringan irigasi tersebut diharapkan mampu mempercepat normalisasi pasokan air ke lahan pertanian masyarakat, sekaligus mendukung keberlanjutan produksi pangan di Kota Padang pascabencana. (*)