PADANG — Pemerintah Kota (Pemko) Padang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Program Pertamina Goes to Campus 2026 yang digelar di Auditorium Universitas Andalas (Unand), Limau Manis, Kota Padang, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang mempertemukan dunia industri energi dengan lingkungan akademik tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, didampingi jajaran pimpinan PT Pertamina (Persero), Vice President Pertamina, serta Rektor Universitas Andalas.
Mewakili Wali Kota Padang, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang, Fauzan Ibnovi, turut hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Program Pertamina Goes to Campus menjadi ruang kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai tata kelola energi nasional, transisi energi berkelanjutan, sekaligus membuka perspektif mengenai peluang inovasi di sektor energi.
Pemko Padang menilai kegiatan semacam ini penting dalam membangun keterhubungan antara kebutuhan industri dengan kapasitas akademik perguruan tinggi.
Mahasiswa diharapkan tidak hanya berperan sebagai penerima pengetahuan, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan kreatif dan riset aplikatif yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah, termasuk dalam menjawab tantangan sektor energi.
Fauzan Ibnovi mengatakan, kegiatan Pertamina Goes to Campus 2026 di Unand berlangsung sukses dan menjadi momentum penting untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan sektor energi.
“Alhamdulillah kegiatan ini terlaksana dengan sukses, dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat dan juga didampingi oleh Vice President Pertamina dan juga Rektor Unand,” ujar Fauzan.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu memotivasi mahasiswa untuk ikut mengambil bagian dalam pengembangan energi serta melahirkan alternatif solusi yang dapat mendukung pemanfaatan potensi Sumatera Barat.
“Harapan kita adalah kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda, khususnya mahasiswa-mahasiswa Universitas Andalas, untuk bagaimana nanti ke depan ikut dalam pengembangan energi, ikut menjadi alternatif solusi yang bisa mendukung keberadaan dari potensi-potensi Sumatera Barat,” katanya.
Ia menambahkan, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah dan dunia industri menjadi salah satu elemen penting dalam menyiapkan generasi muda menghadapi perubahan dan kebutuhan sektor energi di masa mendatang.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan semakin memahami perkembangan industri energi sekaligus memiliki ruang untuk mengembangkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah.








