Jakarta,Kliksiar,—- Takdir telah menetapkan jalannya. Pada 13 Mei 2025, Eddie Marzuki Nalapraya kembali kepada Sang Pencipta setelah perjalanan panjangnya menjaga dan mengangkat martabat pencak silat di mata dunia. Tidak ada hidup yang kekal, tetapi ada amal dan jasa yang tidak akan lenyap dimakan waktu.
Ia bukan sekadar seorang prajurit, bukan hanya pejabat negara, tetapi seorang penjaga warisan bangsa. Dalam pengabdiannya, pencak silat bukan lagi sekadar ilmu beladiri, melainkan lambang kehormatan dan harga diri bangsa. Melalui perjuangannya, seni warisan ini akhirnya mendapat tempat di panggung dunia, dari SEA Games 1987 hingga pengakuan UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 2019.
Hari ini, jasadnya dibaringkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Doa mengalir dari berbagai penjuru, mengenang seorang yang telah berjuang tanpa pamrih. Para murid, para pemimpin, para pencinta budaya mengiringi kepergiannya dengan harapan agar pencak silat terus hidup seperti semangatnya yang tak pernah padam.
Manusia datang dan pergi, tetapi perjuangan yang tulus akan tetap dikenang. Eddie Nalapraya telah selesai menunaikan tugasnya di dunia. Kini ia beristirahat, tetapi jasanya akan terus hidup dalam setiap gerakan pencak silat yang dimainkan oleh generasi setelahnya.
Semoga ia mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Selamat jalan, pejuang pencak silat. Namamu akan tetap hidup dalam sejarah bangsa. (***)








