Bali,Kliksiar—Pasar Dauh Pala di Desa Dauh Peken mulai ramai ketika Wakil Presiden Gibran Rakabuming tiba. Lorong-lorong pasar yang sempit dan basah dipenuhi aroma rempah dan suara tawar-menawar. Gibran datang tanpa seremoni, melangkah perlahan, menyimak denyut ekonomi dari jarak dekat.
Pagi itu, sekitar pukul delapan pada Sabtu 5 Juli 2025, Gibran berbincang dengan pedagang, memeriksa harga bahan pokok, dan menanyakan pasokan kebutuhan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya distribusi yang tangguh serta pemantauan stok barang secara rutin dan akurat. Menurutnya, pengawasan harus dilakukan langsung dari pasar, bukan semata-mata lewat laporan di balik meja rapat.
Ia meminta pemerintah daerah memperhatikan pasar-pasar tradisional yang mulai menua. Revitalisasi tidak boleh hanya fokus pada tampilan fisik, tetapi juga harus memperhatikan fungsinya sebagai pusat ekonomi rakyat dan ruang hidup bagi pelaku UMKM.
Langkah ini disebutnya sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang mendorong hilirisasi ekonomi hingga tingkat desa dan memperkuat ekosistem UMKM. Menurut Gibran, pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya dicatat dalam grafik dan angka, tetapi harus tercermin dalam aktivitas harian masyarakat, mulai dari penjual ikan hingga ibu rumah tangga yang berbelanja kebutuhan dapur.
Di Tabanan, aktivitas ekonomi tidak sedang dijelaskan lewat presentasi. Ia berlangsung nyata, di lantai pasar, dalam pertemuan antara uang receh dan kepercayaan. Gibran hadir bukan untuk memberi aba-aba dari jauh, melainkan untuk mendengarkan langsung suara mereka yang menggulirkan ekonomi dari bawah. (***)








