Indonesia Masuk BRICS, Prabowo Tawarkan Komitmen Iklim di Panggung Global

oleh -847 Dilihat
oleh

RIO DE JANEIRO, KLIKSIAR— Untuk pertama kalinya sebagai anggota penuh BRICS, Indonesia hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang digelar di Brasil, 6–7 Juli 2025. Dalam sesi bertema “Environment, COP 30, and Global Health”, Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan panggung untuk menyoroti persoalan perubahan iklim yang berdampak langsung ke Indonesia.

Prabowo menyampaikan, naiknya permukaan air laut telah memaksa Indonesia membangun tanggul raksasa sepanjang 500 kilometer, proyek yang menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam menghadapi krisis iklim. Tak hanya itu, Prabowo menegaskan komitmen terhadap energi bersih sebagai bagian dari peta jalan Indonesia menuju transisi berkelanjutan.

Kehadiran Prabowo dalam forum BRICS menandai babak baru dalam hubungan luar negeri Indonesia. Tahun ini, Indonesia resmi diterima sebagai anggota penuh BRICS—bergabung bersama negara-negara seperti Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, serta lima anggota baru lainnya. Masuknya Indonesia ke dalam lingkaran 10 besar ekonomi berkembang ini terjadi dalam waktu relatif cepat, mengindikasikan pengakuan global terhadap posisi strategis Indonesia.

“Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” ujar Prabowo, mengutip prinsip diplomasi yang kerap ia suarakan. Kehadiran Indonesia dalam BRICS, menurutnya, bukan semata simbol, tetapi ruang nyata untuk memperluas pengaruh dan kerja sama strategis antarnegara.

KTT tahun ini dihadiri oleh 28 kepala negara dan pemerintahan, mempertemukan 10 anggota penuh, 10 mitra strategis, dan 8 negara undangan. Dalam konstelasi global yang makin cair, bergabungnya Indonesia dalam BRICS tak hanya soal status — ia mencerminkan lonjakan diplomasi yang lebih percaya diri dan agenda yang makin relevan di ranah internasional.

(Seskab)