Kabar Gembira dari BIM, Batik Air Malaysia Kembali Hubungkan Sumbar dengan Kuala Lumpur

oleh -14 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR – Bandara Internasional Minangkabau (BIM) kembali memperkuat konektivitas internasional dengan beroperasinya penerbangan langsung Batik Air Malaysia menuju Kuala Lumpur. Penerbangan perdana rute tersebut berlangsung pada Senin (22/6/2026) dan menandai kembalinya layanan maskapai itu di Sumatera Barat.

Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Minangkabau, Feni Lindriany, mengatakan penerbangan perdana tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat Sumatera Barat karena membuka akses perjalanan yang lebih mudah menuju Malaysia dan berbagai negara lainnya di Asia.

“Kami menyambut baik penerbangan perdana Batik Air Malaysia rute Padang–Kuala Lumpur pada hari ini. Kehadiran layanan ini akan semakin memperkuat konektivitas Sumatera Barat dengan Malaysia yang selama ini menjadi salah satu pasar utama bagi sektor pariwisata, bisnis, pendidikan, dan perjalanan masyarakat,” kata Feni Lindriany kepada wartawan, Senin (22/6/2026).

Menurut Feni, layanan tersebut dioperasikan oleh Batik Air Malaysia, yang sebelumnya dikenal sebagai Malindo Air, melalui Bandara Internasional Minangkabau dengan frekuensi empat kali dalam sepekan.

Feni mengatakan Batik Air Malaysia atau Malindo Air, bukan pertama kali beroperasi di Bandara Internasional Minangkabau. Maskapai tersebut terakhir melayani penerbangan di BIM pada Agustus 2024.

Penerbangan langsung Padang–Kuala Lumpur akan beroperasi setiap Senin, Rabu, Kamis, dan Minggu. Untuk rute Padang–Kuala Lumpur, penerbangan nomor OD333 berangkat pukul 09.05 WIB setiap Rabu dan Minggu dan tiba di Kuala Lumpur pukul 11.30 waktu setempat. Sementara penerbangan nomor OD335 berangkat pukul 17.20 WIB setiap Senin dan Kamis dan tiba di Kuala Lumpur pukul 19.45 waktu setempat.

Sedangkan untuk rute Kuala Lumpur–Padang, penerbangan nomor OD332 berangkat pukul 07.45 waktu setempat setiap Rabu dan Minggu dan tiba di Bandara Internasional Minangkabau pukul 08.05 WIB. Adapun penerbangan nomor OD334 berangkat pukul 16.00 waktu setempat setiap Senin dan Kamis dan tiba di Padang pukul 16.20 WIB.

Penerbangan tersebut melayani rute Kuala Lumpur–Padang–Kuala Lumpur (KUL–PDG–KUL) dan dijadwalkan beroperasi hingga pemberitahuan lebih lanjut. Kehadiran kembali maskapai tersebut menambah pilihan penerbangan internasional bagi masyarakat Sumatera Barat sekaligus memperkuat posisi Bandara Internasional Minangkabau sebagai gerbang udara regional.

Feni menilai kehadiran kembali Batik Air Malaysia akan memberikan dampak positif bagi berbagai sektor di Sumatera Barat. Menurutnya, akses penerbangan langsung menuju Kuala Lumpur akan memudahkan mobilitas wisatawan, pelaku usaha, mahasiswa, hingga perantau Minang yang selama ini memiliki hubungan erat dengan Malaysia.

“Kami berharap layanan ini dapat meningkatkan jumlah penumpang internasional yang datang dan berangkat melalui Bandara Internasional Minangkabau. Selain itu, penerbangan ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, perdagangan, investasi, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya di Sumatera Barat,” ujarnya.

Selain itu, Kuala Lumpur merupakan salah satu hub penerbangan internasional terbesar di Asia Tenggara yang memiliki konektivitas luas ke berbagai negara tujuan. Karena itu, kehadiran kembali rute tersebut tidak hanya mempermudah perjalanan masyarakat Sumatera Barat ke Malaysia, tetapi juga membuka akses menuju berbagai destinasi internasional melalui jaringan penerbangan Batik Air Malaysia.

“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan penerbangan langsung ini. Bandara Internasional Minangkabau akan terus mendukung peningkatan konektivitas udara guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengembangan daerah,” tambahnya.

Dengan terlaksananya penerbangan perdana pada Senin (22/6/2026), Bandara Internasional Minangkabau semakin memperkuat perannya sebagai gerbang internasional Sumatera Barat. Kehadiran kembali Batik Air Malaysia diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, investasi, dan pendidikan di Ranah Minang. (***)