Kartu Padang Juara Menjadi Penopang Asa Bagi Keluarga Kurang Mampu

oleh -876 Dilihat
oleh

Padang,Kliksiar— Di antara gemuruh kehidupan yang tak selalu ramah, harapan masih bisa tumbuh dari sebuah kartu sederhana bernama Kartu Padang Juara. Program ini bukan sekadar bantuan, melainkan jembatan kepedulian antara Pemerintah Kota Padang dan keluarga-keluarga yang selama ini berjalan dalam kesempitan.

Saat tahun ajaran baru menjelang, banyak orang tua memandang kalender bukan dengan semangat, tapi cemas. Namun, bagi mereka yang menerima Kartu Padang Juara, kecemasan itu berubah menjadi rasa syukur yang tak terhingga.

Salah satunya dialami oleh Merli, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Alang Laweh Koto. Putrinya, Nalla Salsabila, baru masuk SDN 37 Alang Laweh. Ketika seragam lengkap dan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) diberikan, ia tak kuasa menahan air mata.

“Kalau tidak ada bantuan ini, sama apa lah saya beli baju sekolah. Suami saya hanya buruh harian, penghasilan tidak tentu. Kami hidup serba kekurangan. Terima kasih banyak untuk Bapak Wali Kota dan Pemko Padang. Bantuan ini betul-betul menyelamatkan,” ujar Merli lirih, matanya berkaca-kaca, saat diwawancarai (11/7/2025).

Cerita senada datang dari Ranah Parak Rumbio. Kevien Ramadhan, siswa baru SDN 08 Alang Laweh, menerima bantuan seragam lengkap dan LKS. Ibunya, Yuni Samita, merasa lega. Suaminya seorang sopir angkot, dan biaya sekolah kerap menjadi beban berat di awal tahun ajaran.

“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota Padang. Sekarang Kevien bisa berangkat sekolah dengan baju baru. Tak perlu merasa malu karena tak punya seragam,” tuturnya.

Program Kartu Padang Juara menyasar anak-anak dari keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Tahun ini, sebanyak 12.606 siswa SD dan SMP menerima bantuan dari dana APBD Kota Padang sebesar Rp16,9 miliar. Bukan hanya seragam, tetapi juga kehormatan untuk bersekolah dengan percaya diri.

Seragam yang diberikan pun lengkap: enam stel untuk setiap siswa, mulai dari seragam nasional, pramuka, batik, olahraga, pakaian muslim/muslimah, hingga busana khas Minangkabau seperti basiba dan taluak balango. Di dalam paket itu juga disertakan LKS agar siswa siap belajar sejak hari pertama.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, dalam penyerahan perdana di SMPN 2 Padang, menyampaikan bahwa program ini adalah bukti bahwa pemerintah hadir untuk rakyat yang membutuhkan.

“Kartu Padang Juara bukan hanya simbol bantuan, tapi cermin kasih sayang pemerintah terhadap masa depan anak-anak kita. Tak boleh ada satu pun anak yang gagal bersekolah hanya karena miskin,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, juga menegaskan bahwa program ini bukan sekadar memberikan pakaian. Ini soal menanamkan rasa percaya diri dalam diri siswa sejak hari pertama mereka menjejakkan kaki di bangku pendidikan.

“Kami ingin semua anak datang ke sekolah dengan kepala tegak dan hati yang mantap. Tak ada lagi yang minder karena tak punya seragam atau buku. Itulah jawaban dari Kartu Padang Juara,” tegasnya.

Di balik selembar kartu itu, Pemko Padang menanamkan janji: bahwa pendidikan adalah hak setiap anak, bukan milik segelintir yang mampu. Di balik seragam, tersimpan mimpi. Di balik LKS, tumbuh cita-cita. Dan di balik program ini, berdiri sebuah komitmen bahwa kemiskinan bukanlah alasan untuk menyerah. (Grp)