Khitan Massal Disabilitas, Pemko Padang Dorong Layanan Kesehatan Inklusif

oleh -196 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR– Pemerintah Kota Padang kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Hal itu diwujudkan melalui Program Khitan Massal Disabilitas Tahun 2026 yang digelar di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah, Kamis (9/7).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Sumatera Barat, Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) Sumbagteng, RSI Siti Rahmah, serta dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemko Padang. Program ini memberikan layanan khitan khusus bagi anak-anak penyandang disabilitas dengan penanganan medis yang lebih komprehensif.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Padang, Irwandi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini sejalan dengan semangat Padang Melayani yang menekankan akses kesehatan ramah bagi penyandang disabilitas.

“Khitan massal bagi anak-anak penyandang disabilitas ini dilakukan dengan anestesi umum dan ditangani dokter spesialis bedah. Kondisi peserta tidak memungkinkan menggunakan anestesi lokal seperti khitan umumnya,” ujar Irwandi.

Ia menambahkan, pendekatan yang dilakukan kepada orang tua serta jaminan keamanan dalam setiap tahapan pelayanan menjadi bagian dari implementasi Padang Melayani.

Sementara itu, Kepala Perwakilan IZI Sumbar, Abdul Ghofur, menegaskan bahwa program ini telah memasuki tahun ketiga dengan dukungan penuh dari MTT Sumbagteng. Berbeda dengan khitan massal biasa, peserta mendapatkan penanganan khusus di rumah sakit serta perawatan pasca tindakan medis.

“Program ini kami hadirkan karena anak-anak penyandang disabilitas sering kali belum mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan khitan massal. Kami ingin memastikan mereka memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, aman, dan berkualitas,” jelasnya.

Tahun ini IZI menargetkan 25 peserta. Namun, hingga tahap pertama, baru 10 anak yang lolos skrining kesehatan dan menjalani tindakan khitan.

Perwakilan MTT Sumbagteng, Rosady, menyebutkan bahwa khitan massal disabilitas bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan bagian dari budaya perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial.

“Selain bidang kesehatan, MTT Sumbagteng juga konsisten mendukung berbagai program pendidikan, keagamaan, dan sosial bersama mitra strategis,” katanya.

Melalui sinergi berbagai pihak, Program Khitan Massal Disabilitas Tahun 2026 diharapkan mampu memperluas akses layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam mewujudkan pelayanan publik yang inklusif, aman, dan berkeadilan. (*)