Momentum Menata Ekonomi Kreatif

oleh -53 Dilihat
oleh

JAKARTA,KLIKSIAR– Indonesia Creative Cities Network (ICCN) mengajak masyarakat menjadikan peristiwa terkait salah satu pelaku jasa kreatif dalam proyek video profil desa baru-baru ini sebagai bahan pembelajaran bersama.

Ketua Umum ICCN, Tb Fiki C Satari, menilai kejadian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tengah memasuki era ekonomi berbasis kreativitas. Namun, sistem tata kelola, pengadaan, dan penilaian masih banyak yang memakai pendekatan lama berbasis barang dan konstruksi.

“Produk kreatif bukan sekadar bahan dan alat. Ia mengandung ide, kreativitas, proses, kekayaan intelektual, manajemen produksi, serta nilai karya yang tak bisa diukur hanya dengan biaya fisik,” ujarnya.

Fiki menekankan perlunya kerangka kebijakan yang lebih adaptif terhadap sektor kreatif, terutama dalam pengadaan jasa oleh pemerintah, desa, maupun lembaga publik. Ia menambahkan, pedoman bersama berupa standar biaya, output, dan proses kerja kreatif sangat dibutuhkan agar ada kesamaan pemahaman antara pelaku kreatif, pemerintah, auditor, dan aparat hukum.

“Jika ekonomi kreatif ingin jadi tulang punggung masa depan, maka yang dibangun bukan hanya talenta dan industrinya, tetapi juga sistem, regulasi, serta tata kelola yang memahami karakter kerja kreatif,” katanya.

ICCN mendorong momentum ini dijadikan awal dialog nasional antara pelaku industri kreatif, pemerintah, lembaga pengadaan, auditor, dan pembuat kebijakan. Tujuannya menyusun kerangka pengadaan dan penilaian jasa kreatif yang lebih adil, akuntabel, dan sesuai dengan karakter ekonomi kreatif Indonesia.

“ICCN berkomitmen memberi solusi nyata, termasuk advokasi regulasi, pedoman pengadaan jasa kreatif, serta penguatan kelembagaan pelaku kreatif lokal,” tutup Fiki.  (***)