Polres Mentawai Edukasi Warga Cegah Premanisme dan Pemerasan

oleh -343 Dilihat
oleh

Mentawai,Kliksiar — Di bawah langit kelabu Mentawai, langkah preventif kembali ditegakkan. Satreskrim Polres Kepulauan Mentawai tak ingin menunggu laporan masuk atau korban berjatuhan. Mereka memilih mendatangi potensi masalah sebelum tumbuh menjadi persoalan. Premanisme dan pemerasan, dua penyakit klasik dalam kamus keamanan wilayah, jadi sasaran utama.

Dipimpin Kasat Reskrim IPTU Edwar Novilin Haloho, didampingi Kasipropam Polres, tim menyisir beberapa titik rawan. Bukan untuk menangkap atau menindak—belum saatnya. Kali ini mereka datang membawa pendekatan edukatif: dialog, imbauan hukum, dan kesadaran kolektif bahwa ruang publik bukan milik yang kuat, tapi milik semua warga.

“Premanisme bukan sekadar urusan hukum. Ini menyangkut rasa aman dan kelayakan hidup masyarakat,” ujar IPTU Edwar dalam pernyataannya. Dalam narasi kepolisian, mencegah lebih mulia daripada mengobati.

Langkah ini, tentu saja, bukan tanpa pesan politis. Di wilayah kepulauan yang jauh dari hiruk-pikuk kota, negara tidak boleh absen. Ketika aparat hadir tidak dengan borgol, tapi dengan pemahaman, di situlah kehadiran negara dirasakan.

Polres Mentawai memastikan kegiatan ini bukan sebatas seremoni sesaat. Edukasi akan digelar secara berkala. Kamtibmas, keamanan dan ketertiban masyarakat, bukan jargon, tapi hasil kerja panjang yang konsisten. (***)