PWI Sumbar Resmi Dukung Hamdanus: Olahraga Tak Butuh Janji, Butuh Pemimpin yang Bergerak!

oleh -132 Dilihat
oleh

PADANG, KLIKSIAR— Dukungan terhadap Hamdanus sebagai calon Ketua KONI Sumatera Barat bukan lagi sekadar wacana. Rabu (17/9/2025), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar menyerahkan surat rekomendasi dukungan secara resmi. Penyerahan dilakukan oleh Ketua SIWO PWI Sumbar, Syaiful Husein, disaksikan langsung oleh Ketua PWI Sumbar Widya Navies di kantor PWI Sumbar.

Tak hanya lokal, dukungan ini diperkuat oleh kehadiran tokoh nasional: Deni Risman dari SIWO PWI Pusat dan Basril Basyar dari Dewan Penasehat PWI Pusat. Ini bukan dukungan biasa ini sinyal kuat bahwa Hamdanus dan pasangannya, Anandya Dipo Pratama (Dipo), bukan pemain pinggiran dalam Musprovlub KONI Sumbar 2025.

“SIWO bukan hanya bagian dari PWI, kami adalah voter sah. Dukungan ini bukan basa-basi, tapi bentuk komitmen agar olahraga Sumbar bangkit, bukan jalan di tempat,” tegas Syaiful Husein, lugas dan tanpa tedeng aling-aling.

Widya Navies menambahkan, sinergi antara pers dan dunia olahraga bukan pilihan, tapi keharusan. “Kami tak ingin olahraga Sumbar jadi korban politik atau ego sektoral. PWI akan mengawal agar prestasi bukan hanya slogan,” ujarnya.

Hamdanus, yang menerima dukungan itu dengan penuh rasa syukur, tak membuang waktu untuk menyampaikan visinya. “Kami tak datang membawa janji. Saat jadi Plt Ketua KONI, kami sudah buktikan komitmen. Ke depan, Porprov akan jadi prioritas bukan hanya seremoni, tapi ajang lahirnya atlet berprestasi,” katanya.

Bukan nama baru, Hamdanus punya rekam jejak panjang Plt Ketua KONI Sumbar, Wakil Ketua Umum PASI Sumbar, dan mantan anggota DPRD Sumbar Komisi V. Ia tahu medan, tahu masalah, dan tahu cara bergerak.

Dengan dukungan PWI Sumbar, langkah Hamdanus-Dipo menuju kursi Ketua KONI makin solid. Tapi jalan masih panjang. Politik olahraga tak pernah steril. Yang dibutuhkan bukan hanya dukungan, tapi keberanian untuk mengeksekusi.

“Olahraga adalah kebanggaan daerah. Kalau kita bersatu, Sumbar tak hanya bangkit tapi bisa kembali berjaya di pentas nasional,” tutup Hamdanus, dengan nada yang tak sekadar optimis, tapi penuh tekad. (***)