Setelah Bertahun Mengabdi, SK PPPK Akhirnya Menyebut Nama Kami

oleh -770 Dilihat
oleh

Padang,Kliksiar — Senin itu, langit di atas Balai Kota Aia Pacah barangkali biasa saja. Tapi di hati Mawardi dan ribuan tenaga honorer lainnya, waktu tak lagi berjalan seperti hari-hari sebelumnya. Sebuah surat bernama SK PPPK diteken. Dan dengan itu, puluhan tahun kerja sunyi mendapat kata sah: diakui.

Mawardi, lelaki 50 tahun dengan garis wajah yang sudah ditulis oleh kesetiaan dan ketekunan, berdiri di barisan para pegawai yang selama ini hidup dalam bayang-bayang harapan. Lima belas tahun ia mengabdi sebagai tenaga honorer di Dinas Perdagangan Kota Padang. Hari itu, namanya disebut. Resmi. Diakui. Bukan lagi bayangan.

“Sejak 2009 saya menjadi honorer. Hari ini saya paham: pengabdian yang sungguh-sungguh tak pernah sia-sia,” katanya, suaranya bukan keras, tapi dalam.

Ady Syaflian, lebih muda lima tahun dari Mawardi, tapi sudah dua dekade menyusun ruang dan waktu sebagai staf protokol pemerintahan. Dari pagi yang tak terhitung, acara yang kadang melebihi batas tenaga, ia tetap datang. Ia tetap tinggal.

“Saya tahu betul artinya dilihat tapi tak benar-benar dihitung. Sekarang kami diberi kepercayaan. Kami akan membalasnya dengan kerja yang tak malu disebut pengabdian,” katanya, seakan bicara bukan hanya untuk dirinya, tapi untuk semua nama yang dulu hanya sekadar “tenaga bantu.”

Total 2.848 orang menerima keputusan formal itu. 2.685 tenaga teknis, 155 guru, 8 tenaga kesehatan. Mereka bukan angka. Mereka adalah bagian dari mesin tak terlihat yang selama ini menjaga jalannya kota, meski jarang disapa ketika anggaran ditetapkan.

Dan hari itu, surat itu, bukan sekadar tanda tangan di atas kertas. Ia adalah pembuktian bahwa keberanian untuk tetap bertahan bisa juga menang. Surat itu mungkin dicetak di atas lembaran biasa, tapi bagi Mawardi, Ady, dan ribuan lainnya, itulah lembaran hidup mereka yang sah.

Mereka tak meminta tepuk tangan. Hanya kesempatan untuk terus tinggal di tempat pengabdian. Dan kali ini, dengan nama yang ditulis resmi. Dengan gaji yang dijanjikan. Dengan jabatan yang bukan lagi bayangan.

(***)