Wali Kota Padang Fadly Amran Pimpin Peringatan Harkitnas, Kebangkitan Nyata atau Sekadar Seremoni?

oleh -774 Dilihat
oleh

Padang,Kliksiar– Panas matahari menyengat, tetapi ratusan peserta tetap berdiri tegap di Lapangan Balai Kota Aie Pacah, Selasa 20 Mei 2025, saat Pemerintah Kota Padang menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional Harkitnas ke-117. Bendera berkibar, pidato dikumandangkan, dan semangat perjuangan diwariskan. Namun, satu pertanyaan penting muncul, apakah kebangkitan ini benar-benar dirasakan oleh rakyat, atau sekadar seremoni tahunan?

Wali Kota Padang, Fadly Amran, dalam sambutannya mengutip pesan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid, menegaskan bahwa kebangkitan bukan hanya kenangan sejarah, tetapi juga tantangan untuk menghadapi masa kini.

“Kebangkitan bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan ikhtiar yang menuntut kita untuk berani menjawab tantangan masa kini,” ujar Fadly.

Janji Pemerintah, Tantangan di Lapangan

Peringatan Harkitnas ini sekaligus menjadi refleksi atas capaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam 150 hari pertama. Berbagai program telah digulirkan untuk menjawab kebutuhan dasar rakyat, seperti Makan Bergizi Gratis yang kini menjangkau lebih dari 3,5 juta anak dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang telah diberikan kepada lebih dari 777 ribu warga.

Namun, bagi sebagian masyarakat, janji kebangkitan masih sebatas angka di atas kertas.

“Programnya bagus, tapi akses di daerah masih sulit. Banyak keluarga di pelosok belum bisa menikmati layanan kesehatan gratis ini,” kata Sari, seorang ibu rumah tangga di Padang yang berharap pemerataan layanan lebih maksimal.

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sekitar 40 persen fasilitas layanan kesehatan di daerah masih menghadapi kendala dalam akses digitalisasi, sehingga pelayanan belum sepenuhnya optimal bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.

Dorongan Ekonomi dan Transformasi Digital

Di sektor ekonomi, pembentukan Danantara Investment Agency dianggap sebagai langkah strategis untuk mengelola kekayaan nasional dan mendorong pemerataan kesejahteraan. Pemerintah juga mempercepat pengembangan pusat pelatihan vokasi dan penguatan talenta digital guna menghadapi era teknologi yang semakin mendominasi.

Indonesia tak hanya ingin menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta inovasi. Salah satu langkah konkret adalah peresmian AI Centre of Excellence di Papua sebagai pusat pelatihan tenaga kerja lokal di bidang kecerdasan buatan. Namun, tantangannya tetap besar, bagaimana memastikan tenaga kerja lokal benar-benar mendapatkan manfaat maksimal dari program ini, bukan hanya segelintir pihak yang sudah memiliki akses terhadap teknologi?

“Investasi pada AI dan digitalisasi adalah langkah maju, tetapi tantangannya tetap ada, terutama dalam memastikan kesetaraan akses dan pelatihan yang merata,” kata Denny, pakar ekonomi digital dari Universitas Indonesia.

Di sisi lain, ruang digital juga menjadi perhatian serius. Pemerintah telah meluncurkan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola dan Pelindungan Anak di Ruang Digital PP TUNAS, sebuah regulasi yang bertujuan menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak. Namun, implementasi aturan ini masih menghadapi tantangan dalam edukasi dan sosialisasi kepada orang tua serta tenaga pendidik.

Kebangkitan yang Harus Dirasakan

Semua inisiatif ini berlandaskan pada Asta Cita, delapan misi besar pembangunan nasional yang menjadi panduan bagi kebangkitan bangsa.

Upacara ini turut dihadiri Ketua TP-PKK Kota Padang, Ny. dr. Dian Puspita Fadly Amran, Sp. JP, Kepala OPD di lingkungan Pemko Padang, unsur Forkopimda, serta berbagai tokoh masyarakat.

Di tengah perubahan global yang semakin cepat, peringatan Harkitnas ke-117 mengingatkan bahwa kebangkitan bukan hanya soal mengenang sejarah, tetapi tentang bagaimana memastikan kebijakan benar-benar berdampak bagi rakyat. Jika kebangkitan adalah janji, maka sekarang yang terpenting adalah bagaimana janji itu diwujudkan dalam kehidupan nyata.

(***)