BPBD Padang dan Unand Gelar Simulasi Gempa, Warga Dilatih Hadapi Bencana

oleh -628 Dilihat
oleh

Padang,Kliksiar– Sirine berbunyi tepat pukul 14.52 WIB, Senin, 9 Juni 2025. Warga RW 03, 04, dan 05 Kelurahan Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah, berhamburan keluar rumah. Kepanikan terlihat jelas, sebagian berusaha melindungi diri, sementara yang lain bergegas menuju titik kumpul yang telah ditentukan.

Di tengah kekacauan, mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Andalas (Unand), bersama Kelompok Siaga Bencana (KSB) dan Palang Merah Indonesia (PMI), bergerak cepat memberikan pertolongan pertama kepada korban. Ada yang mengalami luka ringan, ada pula yang mengalami luka berat.

Namun, semua ini bukan kejadian nyata. Simulasi gempa berkekuatan 8,4 skala Richter sedang berlangsung. Kegiatan ini merupakan bagian dari latihan kesiapsiagaan bencana yang menjadi bagian dari kurikulum Program Profesi Ners Fakultas Keperawatan Unand.

Sekretaris BPBD Kota Padang, Robert Candra Eka Putra, menjelaskan bahwa pihaknya terlibat sebagai pendamping dalam kegiatan tersebut.

“Ini adalah bagian dari program pemberdayaan masyarakat. Simulasi ini bertujuan memberikan edukasi bahwa potensi bencana itu nyata, serta apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi,” ujarnya.

Robert menambahkan bahwa kegiatan ini telah berjalan rutin dua kali dalam setahun dan memasuki tahun kelima pelaksanaan. Ia berharap simulasi ini semakin memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui kelompok-kelompok siaga bencana yang ada di Kota Padang.

Sementara itu, perwakilan dosen Fakultas Keperawatan Unand, Fitri Mailani, mengatakan bahwa mahasiswa telah melaksanakan praktik keperawatan bencana selama lima minggu di wilayah tersebut.

“Kami juga telah membentuk kader tangguh bencana di lingkungan ini, yang terdiri dari lansia, remaja, dan anak-anak,” jelasnya.

Simulasi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selain melatih warga menghadapi situasi darurat, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya solidaritas dan kesiapsiagaan di tingkat komunitas.

Dari pantauan Diskominfo Padang, berbagai skenario disimulasikan, mulai dari evakuasi, penanganan pertama terhadap korban, hingga kaji cepat.

Dalam skenario ini, sejumlah posko dan dapur umum didirikan, sementara warga dilatih bagaimana melakukan evakuasi dengan cepat dan aman.

Dengan latihan seperti ini, diharapkan masyarakat semakin siap menghadapi bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Karena kesiapsiagaan bukan hanya soal reaksi cepat, tetapi juga tentang bagaimana bertahan dan membantu sesama dalam situasi darurat.

(***)