PADANG,KLIKSIAR – DPRD Kota Padang menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian nota keuangan dan Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, Jumat (3/7) di ruang sidang utama kantor DPRD Kota Padang.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, dengan agenda utama penyampaian rancangan perubahan APBD TA 2026.
Dalam penyampaiannya, Wako Fadly Amran menegaskan bahwa rancangan perubahan APBD disusun berdasarkan kesepakatan perubahan KUA-PPAS 2026 yang telah disetujui pada 27 Juni lalu.
Perubahan dilakukan karena adanya penyesuaian proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD), alokasi anggaran perangkat daerah, pengalokasian kembali sisa SiLPA 2025 hasil audit BPK, kebutuhan pemulihan pascabencana, serta transfer keuangan daerah sesuai Keputusan Menteri Keuangan Nomor 59 Tahun 2026.
Fadly menyebutkan, PAD direncanakan sebesar Rp1,04 triliun, naik 1,54 persen dari sebelumnya. Pendapatan transfer meningkat signifikan dari Rp1,53 triliun menjadi Rp2,02 triliun, atau naik 31,92 persen. Secara total, pendapatan daerah bertambah Rp504,53 miliar menjadi Rp3,06 triliun.
Dari sisi belanja, belanja operasi naik menjadi Rp2,66 triliun, belanja modal melonjak tajam menjadi Rp529,42 miliar, belanja tidak terduga turun menjadi Rp5,01 miliar, dan belanja transfer muncul sebesar Rp5 miliar. Total belanja daerah bertambah Rp509,21 miliar menjadi Rp3,21 triliun.
Penerimaan pembiayaan sebesar Rp157,48 miliar berasal dari SiLPA 2025, sementara pengeluaran pembiayaan Rp10,77 miliar. Dengan demikian, defisit belanja Rp146,71 miliar dapat ditutup dari surplus pembiayaan netto sehingga rancangan perubahan APBD TA 2026 tetap berimbang.
“Kami berharap rancangan perubahan APBD ini dapat disetujui bersama pada 13 Juli 2026 sesuai jadwal badan musyawarah DPRD, sehingga pada Agustus 2026 sudah bisa dilaksanakan,” ujar Fadly.
Rapat Paripurna turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, Osman Ayub, Jupri, Sekda Kota Padang Raju Minropa, para asisten, pimpinan OPD, serta tamu undangan lainnya. (***)











