Bangun Ekosistem Agribisnis Terintegrasi, Pemkab Bangka Barat Kolaborasi dengan Multi Stakeholder

oleh -192 Dilihat

BANGKA BELITUNG, — Kabupaten Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung bekerjasama dengan Deputi Pengembangan Agribisnis Holtikultura Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) program kemitraan Closed Loop Agribisnis Holtikultura di wilayah Kabupaten Bangka Barat, Selasa (18/7/2023).

Penandatanganan MoU dilakukan di Bansal pasca panen dan pengolahan komoditas Holtikultura KUB Cakra Milenial, Desa Kayu Arang Kecamatan Kelapa Bangka Barat, yang dihadiri Wakil Bupati Bangka Barat Bong Ming Ming, Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Holtikultura Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Yuli Sri Wilanti, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bangka Barat Azmal AZ, SP, MEP, dan perwakilan pihak terkait lainnya.

Menurut Azmal AZ, pelaksanaan MoU ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Perusahaan Agribisnis, Asosiasi Petani, Asosiasi Hotel dan Restoran, dan Lembaga Keuangan.

“Dalam perjanjian tersebut, para stakeholder sepakat untuk saling mendukung dalam hal penyediaan modal, transfer teknologi, pelatihan, dan pemasaran produk,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangka Barat Bong Ming Ming mengatakan, program Closed Loop ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama antara pemerintah daerah dan para stakeholder terkait upaya pengembangan agribisnis holtikultura secara berkelanjutan.

“Mereka hari ini menciptakan pasar, karena yang penting itu pasar yang luas dan harga jualnya jelas. Sehingga para petani ini akan mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik dari hasil pertaniannya,” ujar Bong Ming Ming.

“Ke depan kita ingin program serupa bakal dapat dikembangkan di berbagai desa lainnya di Bangka Barat. Kami sangat mendukung program ini. Saya minta Pak Azmal (Kepala Dinas Pertanian dan Pangan ; Red) untuk terus mendampingi,” imbuhnya

Dalam sambutannya, Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Holtikultura Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Yuli Sri Wilanti mengatakan, kegiatan ini merupakan kolaborasi multi stakeholder yang terlibat dalam kemitraan dan proses bisnis dalam membangun ekosistem agribisnis yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Nanti, melalui kolaborasi kan ada pendampingan untuk para petani karena itu sangat penting. Contohnya ada penyuluh yang melakukan pendampingan dari sisi pupuk, bibit, serta perlindungan tanaman. Terus pendampingan dari sisi perbankan untuk peningkatan skala usaha petani, yang jika nanti berkembang membutuhkan modal,” katanya.

Sementara itu Riki (25) salah seorang petani yang hadir mendukung program Closed Loop ini. Sebab, selama ini mereka sering terkendala dalam sisi penjualan hasil pertanian.

“Selama ini kita hanya menjual hasil panen kepada tengkulak dengan harga yang rendah. Ya, intinya kita sangat mendukung program ini, karena tadi disinggung masalah pasar, semoga nantinya pasarnya meluas dengan harga yang baik tentunya,” ujar Riki. (Rel/Rat)