Fakta! Kerja Positif Pemerintah Presiden Prabowo Berbuah Manis, Laba BUMN Melonjak di Berbagai Sektor

oleh -23 Dilihat
oleh

JAKARTA,KLIKSIAR – Kinerja positif sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada semester I 2026 menjadi salah satu bukti nyata hasil kerja Pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor ekonomi nasional. Melalui konsolidasi dan transformasi BUMN yang dijalankan Danantara, berbagai perusahaan pelat merah berhasil mencatatkan lonjakan laba yang signifikan.

Berdasarkan laporan keuangan semester I 2026, hampir seluruh sektor strategis BUMN menunjukkan pertumbuhan positif. Mulai dari sektor perbankan, pertambangan, perkebunan, logistik, energi hingga industri manufaktur mencatat peningkatan laba dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI, Toto Pranoto, menilai kinerja BUMN saat ini masih ditopang oleh perusahaan-perusahaan unggulan yang selama ini menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

“Menurut saya kinerja solid masih ditunjukkan BUMN blue chips yang sejak lama menjadi motor penggerak revenue dan profit total BUMN. Misalnya Himbara di sektor perbankan, sektor mineral dan pertambangan, sektor telekomunikasi, serta Pertamina,” ujar Toto di Jakarta, Selasa (11/8).

Menurut Toto, potensi pertumbuhan BUMN masih sangat besar. Ia menilai langkah pemerintah melalui Danantara dalam melakukan penataan dan konsolidasi perusahaan negara akan semakin meningkatkan efisiensi dan daya saing BUMN.

“Harapan saya proses streamlining BUMN dapat dipercepat sehingga perbaikan kinerja bisa lebih cepat dilaksanakan,” katanya.

PT Timah menjadi BUMN dengan pertumbuhan laba tertinggi. Perusahaan tersebut membukukan laba bersih Rp2,71 triliun atau melonjak 804,7 persen dibandingkan semester I 2025 yang sebesar Rp300 miliar. Kenaikan ini menjadi salah satu indikator keberhasilan transformasi perusahaan yang dijalankan pemerintah.

PT Pupuk Indonesia juga mencatatkan laba Rp8,51 triliun atau tumbuh 253 persen. Sementara PT Semen Indonesia membukukan kenaikan laba 196,5 persen menjadi Rp193,46 miliar. PT Agrinas Palma Nusantara turut mencatat pertumbuhan 150 persen dengan laba mencapai Rp890 miliar.

Di sektor jasa keuangan dan logistik, PT Pegadaian membukukan laba Rp6,59 triliun atau naik 84,6 persen. PT Pelindo mencatat laba Rp2,57 triliun atau tumbuh 60,4 persen. PTPN IV PalmCo membukukan laba Rp3,23 triliun atau meningkat 54 persen, sedangkan BTN mencatat laba Rp2,40 triliun atau naik 40,8 persen.

Bank Mandiri juga mempertahankan tren positif dengan laba Rp30,41 triliun atau tumbuh 24,3 persen. Sementara PT Pertamina Geothermal Energy membukukan laba 79,61 juta dolar AS atau meningkat 15,5 persen.

Tak hanya mencatat pertumbuhan laba, sejumlah BUMN yang sebelumnya merugi juga berhasil membalikkan keadaan. PT Krakatau Steel bertransformasi dari rugi sekitar Rp1,74 triliun menjadi laba sekitar Rp150 miliar hingga Rp185 miliar. PT Kimia Farma juga berbalik dari rugi Rp135,61 miliar menjadi laba Rp54,07 miliar.

Rangkaian capaian tersebut memperlihatkan hasil nyata kebijakan reformasi dan konsolidasi BUMN yang dijalankan Pemerintah Presiden Prabowo melalui Danantara. Peningkatan kinerja di berbagai sektor menunjukkan bahwa langkah penataan tata kelola, efisiensi operasional, dan penguatan sinergi BUMN mulai memberikan hasil yang terukur bagi perekonomian nasional. (***)