PADANG,KLIKSIAR-– Pembangunan Surau Buluh Talang di kawasan Hunian Sementara (Huntara) Mandiri Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, resmi dimulai.
Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, didampingi unsur Forkopimda, Prokopim Kecamatan, TNI, serta ninik mamak Kapalo Waris Suku Tanjung Kampung Talang RT 03 dan RT 04.
Surau ini diharapkan menjadi pelengkap fasilitas Huntara sekaligus pusat kegiatan ibadah dan sosial warga terdampak bencana. Ketua KPA BIAs, Khalid Saifullah, menyebut pembangunan dilakukan atas kolaborasi KPA BIAs, Karang Taruna Kapalo Koto, Yayasan Bambu Lestari, dengan dukungan penuh TNI. Targetnya rampung sebelum Ramadhan.
Ucapan terima kasih disampaikan Abu Nawas Rajo Mangkuto, perwakilan mamak Kapalo Waris Suku Tanjung, atas kepedulian semua pihak. Hal senada diungkapkan Eva, warga Huntara, yang berharap pembangunan ini menjadi awal pemulihan kehidupan masyarakat.
Arsitek Andes menjelaskan, surau dirancang berbasis bambu sebagai bangunan ramah lingkungan dan berkelanjutan. Direktur Yayasan Bambu Lestari, Nurul, menegaskan penggunaan bambu adalah komitmen yayasan dalam mendorong pembangunan berwawasan lingkungan di daerah terdampak bencana.
Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur dan penggagas pembangunan. “Atas nama Pemerintah Provinsi Sumbar, kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi,” ujarnya.
Dengan dimulainya pembangunan Surau Buluh Talang, fasilitas Huntara Mandiri Kampung Talang semakin lengkap. Kehadiran surau ini diharapkan memperkuat kehidupan spiritual dan sosial warga, sekaligus mendukung pemulihan masyarakat Kapalo Koto secara berkelanjutan. (DA)







