Ini Hasil Pengundian No Urut Pemilihan Rektor Unand 2023-2028

oleh -183 Dilihat

Padang,— 10 Bakal Calon Rektor UNAND hadir langsung saat Pengundian nomor urut calon, dua diwakilkan karena melaksanakan tugas akademik ke luar Sumbar.

Proses Pengundian nomor urut dipimpin Ketua Pantiia Pemilihan Rektor (Pilrek) UNAND, Dr Febrin Anas Ismail, sempat terjadi pedebatan soal Balon Rektor belum ditetapkan Majelis Wali Amanat (MWA) UNAND.

“Apakah nomor kita cabut ini sementara atau bagaimana, karena belum ada penetapan Balon Rektor oleh MWA UNAND,”ujar satu dari 13 Balon Rektor UNAND Dr Charles Simabura, Selasa 26/9-2023 di Lantai 4 Rektorat UNAND.

Febrin sangat akomodatif walau dipembukaan sudah disebutkan 12 Balon mendaftar telah memenuhi syarat sebagai Calon Rektor UNAND 2023-2028.

“Ya ini karena terbatasnya waktu, 3 Oktober 2023 adalah penjaringan dosen, tapi dari pencermatan berkas 12 Balon Rektor mendaftar sudah memenuhi syarat sebagai Calon Rektor,”ujar Febrin

Atas kesepahaman bersama, disaksikan belasan wartawan dilakukan Pengundian nomor urut dengan memanggil satu persatu Balon Rektor berdasarkan nomor pendafataran.

Setelah dilakukan pengundian nomor urut, dan dibuka dihadapan audien yang memenuhi aula lantai 4, Insannul Kamil memperoleh nomor urut 1.

“Saya mencabut Balon ke enam, dan saat saya buka memperoleh nomor urut 1,”ujar Wakil Rektor 3 UNAND ini tanpa menyebut tak ada tanda akan memperoleh nomor urut satu.

Sedangkan Balon lain Munzir Busniah memperoleh nomor urut 2, lalu Feri Arlius memperoleh nonor urut 3. Sedangkan Balon Rektor termuda dari Fakultas Hukum UNAND Dr Charles Simabura

Sedangkan Prof Afriwardi, nomor urut 6 Defriman Djafri, nomor urut 7 Prof Novrial.

Sedangkan satu-satunya Balon Rektor perempuan yang mendaftar Prof Fatma Sri mendapatkan nomor 8. Lalu Balon atas nama Dr Uyung Gatot, sedangkan nomor 10 Balon yang menjabat Dekan FEB Prof Efa Yonnedi, nomor urut 11 Prof Ikhwan Elfitri dan nomr urut 12 Prof Nursyirwan Effendi.

Semua Balon Rektor sudah memiliki nonor urut, Panitia Pilrek mempersilahkan kampanye baik pasif maupun aktif.

“Silahkan berkampanye, kalau aktif bisa hadir di adu visi misi digelar Tenaga Pendidik, Mahasiswa maupun Alumni,”ujar Febrin. (***)