Partai Ummat Sumbar Gelar Upgrading, Taslim: Lawan Kezaliman Butuh Energi dan Militansi

oleh -226 Dilihat

PADANG, —Sebagai pendatang baru di kancah politik nasional, Partai Ummat punya tekad besar untuk bisa merebut kursi parlemen mulai tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota pada Pemilu 2024 ini.

Tekad yang sama juga ditunjukkan DPW Partai Ummat Sumbar, dengan membekali para kadernya strategi pemenangan pemilu.

“Pembekalan kader Partai Ummat di Sumbar, kami mulai dari jajaran pengurus di masing-masing kabupaten/kota. Soalnya mereka ini ujung tombak partai,” ungkap Ketua DPW Partai Ummat Sumbar, Taslim Chaniago, di sela kegiatan upgrading dan rapat teknis pengurus DPW dan DPD Partai Ummat se Sumbar, di kantor DPW partai ini, di Jl Adinegoro Lubuk Buaya, Jumat (17/3/2023).

Dalam penglihatan Taslim, menyongsong pemilu nanti, para kader Partai Ummat di Sumbar ini sudah bekerja dengan baik. Ini dibuktikan dengan telah adanya DPD partai ini di kabupaten/kota yang ada di Sumbar.

Meski sudah ada berdiri DPD di tiap daerah, namun Taslim memahami, kerja yang akan dilakukan para kader Partai Ummat di Sumbar cukup berat.

Menurut Taslim, sisi yang dinilai berat itu misalnya soal tagline yang Partai Ummat bawa yakni ‘Melawan Kezaliman dan Menegakkan Keadilan’. “Zalim itu pekerjaan berat, penguasa. Yang bisa melakukan kezaliman itu kan penguasa, tidak bisa satu-satu orang saja melawannya. Nah partai kami melawan itu. Tentu kami perlu energi ekstra”, ujar Taslim.

Kemudian, lanjutnya, faktor logistik partai juga jadi salah satu faktor terberat yang dirasakan partai yang dipimpinnya di Sumbar ini.

“Yang jelas, kami tentu tidak sama dengan partai yang lain, yang sudah berkuasa dan sudah malang melintang di kancah politik nasional dan lokal. Tentu untuk menghadapi logistik partai, sekali lagi kami tentu butuh energi yang luar biasa,” tukasnya.

Sebab, terang Taslim, perang melawan kezaliman itu perlu mental. Kalau tidak ada dukungan energi ekstra, maka mental untuk melawan kezaliman itu tidak akan ada.

Dia juga menerangkan bila kezaliman itu banyak terjadi, misalnya tentang pajak. Orang peras keringat cari duit, dia enak saja buang-buang duit bahkan menyimpan untuk pribadinya.

“Ini bentuk kezaliman. Korupsi itu bentuk kezaliman. Itu butuh energi untuk melawannya,” tegas Taslim lagi.

Makanya Partai Ummat, kata Taslim, khususnya di Sumbar, ingin membuat para kader jadi lebih militan, lebih merasakan perjuangan partai, dan lebih menyiapkan mental.

“Maka kami mengadakan upgrading dan rapat teknis dengan menambah pengetahuan kader tentang politik secara komprehensif, serta menghasilkan strategi pemenangan yang terukur,” pungkas Anggota DP RI periode 2009-2014 ini. (Rel/Arzil)