Jakarta,Kliksiar— Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin rapat terbatas pada Selasa, 10 Juni 2025, di Istana Merdeka, Jakarta, guna membahas kesiapan pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di sepanjang pantai utara Pulau Jawa.
Proyek strategis ini dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi berbagai tantangan lingkungan di wilayah pesisir, seperti banjir rob, penurunan muka tanah, dan krisis air bersih. Presiden menegaskan bahwa pembangunan tanggul ini tidak hanya bertujuan melindungi kawasan pesisir dari abrasi dan naiknya permukaan laut, tetapi juga akan berfungsi sebagai reservoir air bersih bagi masyarakat sekitar.
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa proyek ini telah lama direncanakan dan kini saatnya untuk direalisasikan. Ia juga mengungkapkan rencana pembentukan Badan Otorita Tanggul Laut Pantai Utara Jawa yang akan bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Pemerintah menargetkan pembangunan tanggul sepanjang 500 kilometer dari Banten hingga Gresik, dengan estimasi anggaran mencapai 80 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp1.280 triliun. Proyek ini diperkirakan akan memakan waktu 15 hingga 20 tahun untuk diselesaikan secara menyeluruh.
Presiden juga menekankan pentingnya pendekatan yang adaptif dalam pembangunan, dengan menggabungkan infrastruktur keras seperti tanggul beton di wilayah rawan, serta solusi berbasis alam seperti penanaman mangrove di area yang masih memungkinkan.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan lingkungan hidup, khususnya di kawasan pesisir utara Jawa yang selama ini menjadi titik rawan bencana. (***)









