Tanggulangi Stunting, Upertis, Pemko Padang dan Masyakakat Koto Tangah Luncurkan Program Kalimuntiang

oleh -118 Dilihat

PADANG,—Universitas Perintis Indonesia (Upertis), Pemko Padang dan masyarakat Koto Tangah, meluncurkan program Kalimuntiang, atau Kolaborasi Lintas Instansi, Masyarakat dan Universitas Tanggulangi Stunting, bertempat di Aula Kampus Upertis, Simpang Kalumpang Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, Selasa (4/4/2023).

Saat memberikan sambutan, Rektor Upertis Dr Yendrizal Jafri, SKp, MBiomed menyambut baik sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan Upertis dalam menanggulangi stunting dan penyakit lainnya di Kota Padang, khususnya di Kecamatan Koto Tangah dimana kampus Upertis berada.

“Salah satu tri dharma perguruan tinggi itu adalah pengabdian kepada masyarakat. Dan kerjasama yang dibangun antara Upertis dengan Pemko Padang, khususnya masyarakat Koto Tangah, dalam penanggulangan stunting, merupakan bagian dari tri dharma itu,” ujar Rektor Yendrizal.

Upertis sebagai perguruan tinggi, lanjut rektor, mempunyai tanggungjawab lingkungan yang diwujudkan dalam bentuk University Social Responsibility (USR). Dimana stunting yang berhubungan dengan bidang kesehatan sudah menjadi bagian dari Upertis semenjak berdiri 35 tahun lalu.

Menurut Rektor Yendrizal, di universitas yang dipimpinnya ada Fakultas Ilmu Kesehatan dengan salah satu program studinya Ilmu Gizi yang bisa dikolaborasikan dalam program penanggulangan stunting, Kalimuntiang. Begitu juga dengan laboratorium yang bisa digunakan untuk pemeriksaan penyakit dan kesehatan.

“Segenap potensi di Upertis siap menyukseskan program Kalimuntiang ini. Dosen dan mahasiswa bidang kesehatan siap terjun ke tengah-tengah masyarakat Kecamatan Koto Tangah khususnya, dan Kota Padang pada umumnya, untuk memberikan pemahaman dan penyuluhan mengenai stunting,” tegasnya.

Sementara itu, Walikota Padang yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Dr Edi Hasymi, MSi saat membuka acara menyampaikan, masalah stunting ini telah menjadi isu nasional, sampai-sampai Presiden RI Jokowi pun memerintahkan jajarannya untuk ikut serta dalam penanggulangannya.

Pemko Padang, lanjutnya, tidak mau main-main dengan penanggulangan stunting ini. Tiga instansi dan lembaga, yakni Dinas Kesehatan, UPT KB dan BKKBN berkolaborasi untuk program penanggulangan stunting di Kota Padang.

Akibat stunting ini, kata Edi lagi, bukan sekadar kurang gizi semata. Stunting akan memengaruhi kemampuan otak, IQ menjadi rendah. Kemudian anak mudah mendapatkan penyakit karena imun yang lemah. Maka akan muncul generasi yang sakit-sakitan.

Menyikapi itu, dituturkan Edi, Pemko Padang ingin menghabiskan stunting, dan pihaknya telah mendirikan Rumah Gizi, serta memberikan penyuluhan-penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan pada anak-anak, ibu hamil dan calon pengantin.

“Bahkan pada tahun 2023 ini, uang operasional kader-kader posyandu ditingkatkan dari Rp40 rb menjadi Rp100 rb,” terang Edi Hasymi.

Pada kesempatan itu, selain peluncuran program Kalimuntiang, dilakukan pula acara penandatanganan kerjasama antara Dinas Kesehatan Kota Padang dengan Fakultas Ilmu Kesehatan Upertis, serta penyerahan dana operasional triwulan I tahun 2023 untuk RT RW dan posyandu se Kecamatan Koto Tangah.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Rektor 1 Upertis Ns Yaslina, SKep, MSpKom, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Upertis Dr ret.nat Ikhwan Resmala Sudji, MSi, Ketua Panitia Adhock Program Kalimuntiang Upertis Betti Rosita, MSi dan Reni Rahmawati, SE, Guru Besar Upertis Prof Dr Suryani, MSi, Kadinas Kesehatan Padang dr Srikurnia Yati, dan Plt Camat Koto Tangah Erwin M.

Kemudian hadir juga dari Bappeda Padang, Dinas Kesehatan, Dukcapil, Kominfo, Forkopimca, lurah se-Kecamatan Koto Tangah, pengurus RT RW, kader Posyandu, dosen dan mahasiswa Upertis, serta tokoh-tokoh masyarakat Koto Tangah. (Rel)