Serahkan Bantuan Alsintan, Rahmat Saleh Dorong Efisiensi Pertanian

oleh -450 Dilihat
oleh

Tanah Datar,Kliksiar — Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa hand tractor di Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Senin (4/8/2025).

‎‎Adapun bantuan Alsintan itu diberikan ke Kelompok Tani Melati yang telah dipilih berdasarkan kriteria dan verifikasi.

‎Sejalan dengan programnya, Sumbar Cerdas Bertani, bantuan diberikan didampingi anggota DPRD Kabupaten Tanah Datar, Adib Fadhil.

‎‎Bantuan tersebut merupakan bagian dari program penyaluran aspirasi masyarakat yang difasilitasi melalui Komisi IV DPR RI, yang membidangi sektor pertanian, pangan, kelautan, perikanan hingga kehutanan.

‎Rahmat Saleh menjelaskan penyaluran alsintan ini merupakan respons atas permintaan petani yang selama ini mengandalkan peralatan manual untuk mengolah lahan.

‎“Dengan alat ini, diharapkan proses pengolahan tanah bisa lebih cepat dan efisien,” ujarnya.

‎‎Menurutnya, modernisasi pertanian perlu terus didorong, terutama di wilayah yang masih bergantung pada cara-cara konvensional.

‎‎Rahmat mengatakan hand tractor menjadi salah satu alat penting dalam mengolah lahan sawah, karena dapat membantu petani menghemat tenaga dan waktu saat musim tanam tiba.

‎“Kami menyalurkan sesuai usulan masyarakat yang telah masuk dan diproses secara administratif,” jelasnya.

‎‎Kelompok Tani Melati dipilih sebagai penerima bantuan berdasarkan sejumlah pertimbangan, antara lain keaktifan kelompok, luas lahan yang digarap, serta kebutuhan terhadap alat pertanian.

‎‎Bantuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian di wilayah Batipuh.

‎Rahmat menyampaikan bantuan alsintan bukanlah solusi tunggal dalam pembangunan sektor pertanian, namun bagian dari upaya bertahap untuk memperbaiki sistem dan pola kerja petani.

‎‎Dia mengingatkan, penggunaan teknologi harus diiringi dengan peningkatan kapasitas petani dalam hal pemeliharaan alat, manajemen kelompok, dan penguatan kelembagaan petani.

‎‎“Semua harus dibarengi dengan manajemen yang baik, jadi manfaatnya akan panjang,” katanya.

‎Program bantuan alsintan ini akan terus dilanjutkan, menyesuaikan dengan alokasi anggaran dan prioritas kebutuhan masyarakat.

‎Dia mengajak kelompok tani lainnya untuk aktif menyampaikan kebutuhan melalui jalur-jalur aspirasi yang tersedia.

‎‎“Prosesnya bisa cukup panjang, tapi semua bisa diupayakan selama ada data dan justifikasi yang kuat dari lapangan,” jelasnya.

(***)