Aye Minta Perumda dan PLN Beri Keringanan Tagihan bagi Warga Terdampak Banjir

oleh -412 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR — Bencana banjir bandang yang melanda Kota Padang beberapa waktu lalu masih menyisakan luka mendalam dan tantangan berat bagi masyarakat. Tak hanya merendam rumah dan infrastruktur, banjir juga melumpuhkan aktivitas ekonomi di sejumlah kawasan.

Dalam situasi pemulihan yang masih berjalan terseok, Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, menyerukan agar perusahaan penyedia layanan dasar seperti Perumda Air Minum dan PLN memberikan keringanan bagi pelanggan terdampak.

Saat meninjau kondisi warga di Kelurahan Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo, Sabtu (6/12), Aye menegaskan bahwa perhatian tidak boleh hanya difokuskan pada warga yang terdampak langsung. Menurutnya, masyarakat yang tidak mengalami kerusakan fisik akibat banjir pun tetap merasakan dampak ekonomi yang signifikan, terutama mereka yang menggantungkan hidup dari sektor informal.

Salah satu langkah mendesak, kata Aye, adalah pembebasan tagihan air bagi pelanggan Perumda Air Minum selama masa pemulihan. Ia juga meminta PLN memberikan potongan tagihan listrik bagi warga terdampak banjir.

“Kebijakan seperti ini merupakan bentuk dukungan nyata yang langsung menyentuh kebutuhan harian masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga saat ini tidak hanya berjuang memperbaiki rumah, tetapi juga kehilangan modal usaha, peralatan kerja, bahkan sumber penghasilan. Menurutnya, mengurangi beban pengeluaran bulanan adalah langkah strategis untuk membantu masyarakat bangkit lebih cepat.

“Pembebasan biaya air dan diskon listrik bukan sekadar stimulus ekonomi, tetapi juga penguat moral di tengah kondisi yang serba tidak pasti,” katanya.

Dalam dialog dengan warga yang rumahnya rusak diterjang banjir, Aye mendengar langsung keluhan terkait sulitnya memenuhi kebutuhan dasar. Banyak warga kesulitan membersihkan rumah, mengatur sanitasi, dan mencari peralatan yang hilang atau rusak.

Hal ini, katanya, mempertegas urgensi pemberian keringanan tagihan dari dua layanan vital tersebut. Ia berharap Perumda Air Minum dan PLN segera merespons rekomendasi tersebut tanpa menunggu proses panjang.

“Keringanan ini bukan hanya bentuk empati, tetapi wujud nyata kehadiran pemerintah dan perusahaan umum dalam memulihkan kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Menutup kunjungannya, Aye mengajak seluruh unsur pemerintah untuk memperkuat koordinasi dalam upaya pemulihan pascabencana. Mulai dari bantuan sosial, perbaikan infrastruktur, hingga pemulihan layanan publik, semuanya harus berjalan paralel.

Ia berharap kerja kolaboratif ini dapat mempercepat kebangkitan Kota Padang, sembari mengingatkan bahwa bencana ini menjadi pelajaran penting tentang arti solidaritas dan kesiapsiagaan bersama. (***)