Daswipetra Gedor Solok: Air Tanah Harus Dijaga, Bukan Dikeruk Seenaknya

oleh -551 Dilihat
oleh

SOLOK,KLIKSIAR— Di tengah isu krisis air yang makin nyata, Anggota DPRD Sumbar, Daswipetra Datuak Manjinjiang Alam, tak mau tinggal diam. Senin, 25 Agustus 2025, ia turun langsung ke Kantor Camat X Koto Di Atas, Kabupaten Solok, membawa satu pesan penting: air tanah bukan milik segelintir orang, tapi aset bersama yang harus dijaga.

Lewat Sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pengusahaan Air Tanah, Daswipetra mengumpulkan Forkopimda, Wali Nagari, Wali Jorong, Bundo Kanduang, Nini Mamak, perwakilan sekolah, dan tokoh masyarakat. Semua hadir, semua bicara soal masa depan air.

“Air tanah adalah aset bersama. Harus dimanfaatkan dengan bijak, bukan dikeruk seenaknya. Kalau kita lalai, generasi berikutnya yang bayar mahal,” tegas Daswipetra.

Hadir sebagai narasumber, Dian Hadiyansyah dari Dinas ESDM Sumbar, Beni Harpan dari Ketenagalistrikan, dan Wilman dari Dinas SDA. Mereka memaparkan teknis dan regulasi, tapi yang paling penting: solusi.

Dari diskusi, lahir langkah konkret. Wali Nagari akan mulai identifikasi kebutuhan revitalisasi sumur bor untuk pengairan sawah. Dinas ESDM siap turun lapangan, menyusun DED PLTS agar sumur bor bisa beroperasi dengan tenaga surya.

“Ini bukan sekadar sosialisasi. Ini gerakan. Kita ingin pemanfaatan air tanah di X Koto Di Atas tertata, mendukung kesejahteraan, dan tetap berkelanjutan,” ujar Daswipetra.

Ia menutup kegiatan dengan ajakan keras: jangan tunggu krisis datang. Kelola air tanah dengan hati, bukan hanya kalkulasi. (***)