Ketua DPRD Tinjau Intake Palukahan, Target Rampung Sebelum Tahun Baru

oleh -434 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR — Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, turun langsung meninjau kondisi Intake Palukahan yang rusak parah akibat terjangan galodo beberapa waktu lalu. Peninjauan yang dilakukan Kamis (18/12) itu bertujuan memastikan proses pemulihan sarana air bersih berjalan optimal agar pasokan air ke warga segera kembali normal.

Dari hasil pantauan di lapangan, Muharlion menyebut kerusakan pada Intake Palukahan tergolong berat. Fasilitas vital yang menjadi sumber air bagi masyarakat Koto Tangah itu tertutup material pasir dan bebatuan besar akibat derasnya arus banjir. Meski medan cukup ekstrem, progres pembersihan dinilai sudah menunjukkan perkembangan positif dibandingkan kondisi awal pascabencana.

Muharlion memberikan apresiasi kepada jajaran Perumda Air Minum (PDAM) Kota Padang yang dinilainya telah bekerja maksimal. Ia menyaksikan langsung perjuangan petugas yang terus berupaya membuka kembali jalur intake yang tersumbat.

“Kerja keras di lapangan ini menjadi bukti keseriusan PDAM dalam memulihkan layanan air bersih bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa DPRD memahami keresahan warga akibat terhentinya aliran air sejak akhir November. Oleh sebab itu, pemulihan distribusi air bersih menjadi perhatian utama. Dedikasi para petugas yang bekerja di tengah timbunan sedimen, katanya, layak mendapat dukungan penuh dari semua pihak.

Sebagai langkah percepatan, Muharlion menargetkan perbaikan Intake Palukahan dapat diselesaikan sebelum pergantian tahun. Harapannya, masyarakat dapat memasuki awal 2026 dengan layanan air bersih yang kembali stabil dan merata.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut. Ia menekankan pentingnya Intake Palukahan bagi wilayah Koto Tangah dan sekitarnya, serta berharap ritme kerja yang sudah cepat saat ini terus dipertahankan agar target pemulihan tidak meleset.

Rachmad juga memastikan DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan secara berkelanjutan. Mengingat layanan air telah terhenti sejak 27 November, pihak legislatif berkomitmen mendukung PDAM, baik dari sisi regulasi maupun anggaran, agar penanganan gangguan serupa di masa mendatang dapat dilakukan lebih cepat.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Padang, Helmi Moesim, menilai target penyelesaian sebelum akhir tahun cukup realistis. Ia menyebut faktor cuaca menjadi penentu utama. Jika kondisi di hulu sungai tetap kondusif dan pekerjaan dilakukan secara intensif, penyelesaian perbaikan diyakini dapat tercapai sesuai rencana.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan apresiasi atas kunjungan pimpinan dan anggota DPRD ke lokasi perbaikan. Menurutnya, perhatian dari para wakil rakyat menjadi dorongan moral yang besar bagi para petugas di lapangan untuk terus bekerja optimal.

Menutup kegiatan tersebut, Hendra menyatakan keyakinannya bahwa distribusi air bersih ke wilayah Koto Tangah dapat kembali normal sebelum akhir tahun. PDAM Kota Padang, katanya, terus mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, dengan dukungan sinergi antara legislatif dan eksekutif sebagai kunci percepatan pemulihan layanan publik. (***)