Mengasah Kreativitas, Mencetak Desainer Muda Berkelas Dunia

oleh -484 Dilihat
oleh

Padang,Kliksiar– Desain bukan sekadar garis dan warna. Ia adalah bahasa yang berbicara tanpa kata, ekspresi budaya yang lahir dari kreativitas dan pemikiran yang matang. Demi memperkuat ekosistem industri kreatif lokal, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Padang, Ny. dr. Dian Puspita Fadly Amran, Sp.JP, menggugah semangat kolaboratif demi melahirkan desainer muda yang mampu bersaing di panggung global.

“Kolaborasi adalah kunci. Bersama-sama, kita bangun masa depan industri kreatif daerah dengan semangat kebersamaan,” ujar Dian Puspita saat membuka kegiatan Coaching Desain di Sekretariat Dekranasda Kota Padang, Rabu (21/5/2025).

Kesadaran akan pentingnya desain dalam setiap produk kerajinan mendorong Dekranasda menghadirkan wadah pembelajaran bagi para talenta muda. Bagi Dian, desain yang berkualitas tidak lahir begitu saja ia membutuhkan kreativitas yang diasah dan wawasan yang diperluas.

“Coaching ini bukan sekadar pelatihan teknis. Ini adalah ruang bagi para desainer untuk melihat lebih jauh, memahami makna di balik desain, dan menciptakan karya yang tak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki jiwa dan cerita yang kuat,” katanya.

Sejalan dengan visi tersebut, Dekranasda menggandeng berbagai pihak dari pengrajin, UMKM, akademisi, hingga sektor swasta untuk bersinergi dalam membangun industri kreatif yang berakar kuat pada kekayaan budaya lokal namun berorientasi pada pasar internasional.

“Kita tidak hanya mengikuti tren. Kita harus mampu menciptakan tren dengan kekuatan lokal yang autentik,” tegasnya.

Sekretaris Dekranasda, Destri Mulyati, mengungkapkan bahwa program ini diikuti oleh sepuluh desainer muda yang telah melalui seleksi ketat.

“Ini adalah kelanjutan dari pembinaan tahun sebelumnya. Para peserta akan menjalani 15 sesi pertemuan sebelum akhirnya tampil dan menjadi binaan Dekranasda,” jelasnya.

Tak hanya mengajarkan aspek teknis, pelatih sekaligus Staf Ahli Dekranasda, Fomalhout Zamel, menuturkan bahwa coaching ini mencakup berbagai elemen penting dalam dunia desain.

“Peserta akan belajar tentang fashion, gaya tampilan, konsep desain, hingga personal branding dan strategi produk. Semua ini demi melahirkan karya yang bercita rasa global,” ujarnya.

Dengan semangat yang menyala, harapan besar tertanam: dari ruang pembelajaran ini, akan lahir desainer yang tidak sekadar mengukir pola di atas kain, tetapi menorehkan identitas dan kebanggaan Indonesia di pentas dunia.

(***)