Panen Raya Jagung di Sumbar Menjadi Tolok Ukur Kemandirian Pangan

oleh -668 Dilihat
oleh

Padang Pariaman,Kliksiar– Deretan tanaman jagung yang menguning siap dipanen. Suara alat panen berbaur dengan percakapan para petani yang berseri-seri. Kamis (5/6/2025), Ketua Sementara DPRD Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, hadir di tengah mereka dalam Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di Nagari Katapiang, Batang Anai.

Bagi Evi Yandri, panen ini bukan sekadar rutinitas. Ia adalah simbol ketahanan, kerja keras, dan harapan bagi Sumbar.

“Panen hari ini bukan hanya soal hasil bumi, tetapi juga bukti nyata bahwa Sumbar memiliki potensi besar untuk mandiri dalam pangan,” ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, jagung menjadi salah satu komoditas unggulan yang mengalami peningkatan produksi secara nasional. Kementerian Pertanian mencatat produksi jagung tahun ini mencapai 16,68 juta ton, jauh melebihi kebutuhan nasional yang berkisar 14 juta ton.

Tak hanya itu, kepolisian juga turut serta dalam program ketahanan pangan dengan menargetkan tambahan *4 juta ton jagung* di tahap kedua panen raya tahun 2025.

Evi Yandri menyebut, keberhasilan panen ini tak lepas dari kerja sama antara rakyat dan pemerintah. Namun, ia menekankan bahwa swasembada pangan bukan hanya urusan petani semata.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan dari atas. Petani perlu dukungan nyata akses jalan yang baik, teknologi pertanian yang memadai, serta pasar yang stabil,” katanya.

Panen raya ini menjadi cerminan bahwa Sumbar mampu bersaing sebagai daerah penghasil jagung utama. Namun, tantangan masih ada fluktuasi harga, distribusi yang belum maksimal, serta kebutuhan infrastruktur yang mendukung petani agar dapat terus berkembang.

(***)