ODGJ Bakar Rumah di Palembayan, Polisi dan Warga Sigap Padamkan Api

oleh -531 Dilihat
oleh

Palembayan,Kliksiar— Sabtu siang, di Jorong Koto Alam, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, langit cerah. Tapi di salah satu sudut kampung, asap hitam mulai mengepul. Rumah kayu berukuran 8×6 meter milik Arniati (53) dilalap api. Pelakunya: MY (23), anak kandungnya sendiri.

MY bukan pemuda biasa. Ia seorang ODGJ, Orang Dengan Gangguan Jiwa, yang sejak lama dirawat oleh ibunya. Siang itu, Arniati memintanya untuk minum obat penenang. MY menolak. Rumah tengah kosong. Dalam diam, ia menyalakan api.

Lidah api membesar, merambat dari sudut ke sudut, menghabisi tiap bagian rumah yang seharusnya jadi tempat berlindung. Warga terkejut. Sebagian berlari mencari air, yang lain berteriak meminta bantuan. Di tengah kepanikan, personel Polsek Palembayan datang, termasuk Bhabinkamtibmas yang tanpa ragu turun membantu pemadaman.

Tak ada korban jiwa, tetapi rumah itu kini hanya tersisa puing-puing hitam. Kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.

Kapolsek Palembayan memastikan langkah cepat dilakukan. “Kami langsung ke lokasi, membantu pemadaman, serta berkoordinasi dengan Forkopimca dan pemerintah nagari,” ujarnya.

Kasus ini lebih dari sekadar kebakaran. Ia membuka persoalan besar tentang perhatian terhadap kesehatan jiwa. MY bukan sekadar pelaku, ia adalah potret dari banyak orang dengan gangguan jiwa yang kerap luput dari perhatian.

Di tengah kejadian ini, Bhabinkamtibmas dan warga menunjukkan bahwa respons cepat dalam situasi darurat tidak hanya tentang pemadaman api, tetapi juga soal kepedulian.

Masyarakat sekitar mengapresiasi kepolisian. Kehadiran mereka bukan hanya sekadar mengendalikan situasi, tetapi memastikan tak ada lagi api baik di rumah maupun di hati mereka yang terdampak.

Di antara puing-puing yang berserakan, ada satu pertanyaan yang tersisa: setelah api padam, bagaimana nasib MY dan ibunya? Karena tragedi bukan hanya tentang rumah yang terbakar, tetapi tentang kehidupan yang masih harus berjalan.

(***)